Tiga kandidat ambil formulir pendaftaran bacawali Surabaya di PDIP

id penjaringan cawali pdip,pdip surabaya,pilkada surabaya,adi sutarwijono

Tiga kandidat ambil formulir pendaftaran bacawali Surabaya di PDIP

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwojono. (ANTARA Jatim/Abdul Hakim)

Sampai saat ini yang mengambil formulir sudah tiga orang
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak tiga kandidat sudah mengambil formulir pendaftaran dalam penjaringan bakal calon waoi kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Surabaya 2020 di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Surabaya.

"Sampai saat ini yang mengambil formulir sudah tiga orang, yakni Armuji, Eddy Tarmidji, dan Whisnu," kata Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono di Surabaya, Minggu.

Armuji adalah mantan Ketua DPRD Surabaya yang kini menjadi anggota DPRD Jatim, Whisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya dan mantan Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2014 s.d. 2019), serta Eddy Tarmidji (Wakil Ketua DPD PDIP Jatim).

Ia mengatakan pihaknya menjalankan Peraturan PDI Perjuangan Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah.

Di Surabaya, lanjutnya, mekanisme yang diterapkan adalah penjaringan tertutup karena perolehan suara yang diperoleh pada Pemilu Legislatif 2019 di atas 25 persen.

"Penjaringan ini masih akan berlangsung sampai 14 September 2019. Kami memastikan tidak ada biaya apapun terkait penjaringan ini, karena bagi PDI Perjuangan, Pilkada adalah sarana menghasilkan kepemimpinan untuk rakyat, kepemimpinan yang menyejahterakan warga, bukan ajang transaksional politik," kata mantan wartawan yang akrab disapa Awi itu.

Ditanya siapa yang paling berpeluang mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk maju Pilkada Surabaya 2020, Awi menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan DPP PDI Perjuangan.

"Tentang siapa yang direkomendasi, itu sepenuhnya adalah wewenang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Apa yang diputuskannya, seluruh kader harus tegak lurus. Itu pada saatnya akan diumumkan oleh DPP PDI Perjuangan. DPC PDIP Surabaya hanya sebatas memfasilitasi penjaringan," ujarnya.

Awi mengatakan Pilkada Surabaya yang akan digelar pada September 2020 adalah ajang demokrasi yang harus dibingkai dengan nilai-nilai edukasi politik bagi publik, khususnya di Surabaya.

"Bersama-sama dengan seluruh elemen rakyat, kami akan berjuang meneruskan kepemimpinan PDI Perjuangan di Surabaya yang sudah berlangsung selama ini dan terbukti mendapat apresiasi positif dari warga. Tapi perjuangan itu tentunya kami landasi dengan nilai-nilai etik. Kami tidak ingin asal menang, tapi menang dengan membanggakan, yaitu menjadi satu kesatuan gerak dengan rakyat," katanya.

Terkait koalisi dengan partai lain di Surabaya, Awi mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan atau komunikasi dengan partai lain.

Meskipun nantinya ada koalisi, lanjut dia, partai lain hanya sebagai pendukung bukan sebagai pengusung mengingat PDI Perjuangan bisa mengusung calon sendiri.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar