Surabaya (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya dan PT Kereta Api Indonesia membahas pemasangan block rel di samping utara Royal Plaza guna memecah kemacetan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati, di Surabaya, Kamis, mengatakan hasil pembahasan dengan PT KAI diketahui ada beberapa item yang mungkin menjadi keberatan para kontraktor dalam mengikuti lelang.
"Sudah tiga kali dibuka lelang, belum ada satu pun kontraktor yang tertarik untuk mengikutinya," ujarnya.
Ternyata setelah dievaluasi, lanjut dia, ada beberapa bahan bakunya yang tidak dijual bebas dan hanya dimiliki oleh PT KAI. Menurut Erna, beberapa bahan yang dievaluasi dan tidak dijual bebas itu adalah baseplate, paku tirepon, dan pandrol.
Dari pertemuan dengan PT KAI itu, kata dia, akhirnya juga disepakati bahwa bahan-bahan itu akan disediakan gratis oleh PT KAI. "Jadi, kekurangannya adalah 80 baseplate, 320 paku tirepon, dan 160 pandol. Semua bahan-bahan itu nanti disediakan gratis dan bisa diambil di Depo Sidotopo," ujarnya.
Akhirnya, lanjut dia, Pemkot Surabaya dan PT KAI DAOP 8 sudah sepakat untuk membuka lelang kembali.
Erna menambahkan, lelang pemasangan block rel sepanjang 24 meter itu naik dari Rp430 Juta menjadi Rp500 Juta. Harapannya, ada banyak kontraktor yang mengikuti lelang itu sehinga bisa dipilih yang terbaik dan yang memiliki kualifikasi dalam menggarap proyek itu.
"Kami berharap dalam lelang yang sudah kita buka, segera ada pemenangnya, sehingga bisa langsung segera digarap," ujarnya.
Sebenarnya, lanjut dia, lelang pemasangan block rel yang selalu menjadi penyebab kemacetan itu akan dilakukan penunjukan kontraktor yang bisa menggarap proyek itu. Namun, setelah dikonsultasikan dengan pakar hukum ternyata tidak boleh.
"Sekarang proses lelang ulang, meski sebelumnya sempat ada wacana penunjukan langsung, tapi dari hasil konsultasi ke pakar hukum, ternyata tidak boleh atau dilarang," katanya. (*)
Pemkot Surabaya-KAI Bahas Pemasangan Block Rel Royal Plaza
Kamis, 19 Juli 2018 16:14 WIB
Sudah tiga kali dibuka lelang, belum ada satu pun kontraktor yang tertarik untuk mengikutinya