Pegiat Peduli Buruh Migran Dorong Mantan TKI Berwirausaha

id peduli buruh migran indonesia,Koordinator Peduli Buruh Migran Lily Pujiati,tki berwirausaha,pegiat buruh migran, buruh migran

Pegiat Peduli Buruh Migran Dorong Mantan TKI Berwirausaha

Pejabat Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan KUR dalam acara dengan mantan TKI di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (30/4). Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Dalam hal memberikan pelindungan kepada PMI setelah bekerja di negara penempatan pemerintah pusat dan daerah, memberikan pemberdayaan kepada PMI dan keluarganya, sedangkan dalam pelindungan ekonomi dilakukan dengan cara mengedukasi keuangan dan kewirausahaan.
Kediri (Antaranews Jatim) - Pegiat Peduli Buruh Migran mendorong agar mantan tenaga kerja Indonesia berwirausaha, sehingga jika sudah pulang ke Tanah Air bisa mempunyai penghasilan sendiri, tidak selalu berniat kembali menjadi TKI.

Koordinator Peduli Buruh Migran Lily Pujiati, Senin mengemukakan, pihaknya memang mendorong para mantan TKI untuk berusaha, salah satunya melakukan budi daya ikan air tawar. Dan, ternyata hasilnya cukup sukses.

"Ini diharapkan dapat meningkatan kualitas pengelolan keuangan calon pekerja buruh migran ataupun kawan yang sudah purna," kata Lily dalam acara peresmian panen raya budi daya ikan air tawar pemberdayaan pekerja migran Indonesia purnapenempatan dan keluarganya di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pihaknya memang sangat peduli terhadap buruh migran dan selalu berupaya mendampingi mereka agar lebih berdaya. Salah satunya mendorong agar mereka melakukan budi daya ikan air tawar.

Terlebih lagi, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah disahkan pada tanggal 22 November 2017. Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang dimaksud dalam undang-undang tersebut adalah segala upaya untuk melindungi kepentingan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan/atau pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya dalam mewujudkan terjaminnya pemenuhan haknya dalam keseluruhan kegiatan sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja dalam aspek hukum, ekonomi, dan sosial.

Dalam hal memberikan pelindungan kepada PMI setelah bekerja di negara penempatan pemerintah pusat dan daerah, memberikan pemberdayaan kepada PMI dan keluarganya, sedangkan dalam pelindungan ekonomi dilakukan dengan cara mengedukasi keuangan dan kewirausahaan.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang potensial untuk pengembangan usaha budi daya ikan air tawar jenis konsumsi dan hias.

Ia menyebut, jenis ikan air tawar yang dibudidayakan merupakan ikan konsumsi seperti lele, gurami, patin, dan bawal. Selain itu, ada juga ikan hias yaitu koi, cupang. Untuk ikan konsumsi jenis lele proses dilakukan dalam waktu tiga bulan, ikan gurami selama 8-10 bulan.

Sedangkan untuk pembibitan ikan lele, gurami dan ikan hias diproduksi dalam waktu rata-rata 3-4 bulan. Hasil produksi budi daya ikan air tawar tersebut selanjutnya dipasarkan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Kegiatan ini, kata dia, juga cukup didukung warga, terutama yang purna TKI. Kelompok sasaran pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan tersebut salah satunya CPMI, PMI, PMI purnapenempatan dan keluarganya dari Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Timur Tengah, yang tersebar di empat kecamatan kantong PMI yaitu Kecamatan Ringinrejo, Kandat, Kras dan Ngancar dengan pembudidaya ikan air tawar, yang berjumlah lebih dari 200 orang.

Pihaknya sangat berharap, pemerintah daerah mendukung kegiatan ini, sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya. Ia mendorong agar pemerintah daerah memberikan fasilitasi dan pembinaan, optimalisasi kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi, serta mendorong peran serta lembaga keuangan.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat meningatkan kualitas layanan untuk lebih baik," kata dia.

Sementara itu, para peternak yang juga mantan TKI itu ternyata banyak yang sukses. Bahkan, terkait dengan budidaya ikan air tawar tersebut, mereka telah menemukan metode pengembangbiakan plankton berasal dari limbah kotoran ikan lele, yang dapat dipanen setiap hari dengan harga jual cukup tinggi.

Direktur Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Direktorat Jenderal Bina Penta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno mengatakan pemerintah memang mendorong agar mantan TKI bisa berwirausaha.

"Pemerintah memang harus hadir memberikan pelatihan, sehingga tahu untuk membuat program. Kami juga sedang membuat sistem sampai ke dinas mulai dari desa, dinas, hingga pusat. Ini sekaligus sebagai upaya membuat data base, jadi tahu yang berangkat dan tidak," kata Soes.

Panen raya budi daya ikan air tawar PMI purnapenempatan, dipusatkan di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dalam acara itu, juga dilakukan secara simbolis panen ikan lele milik peternak yang juga mantan TKI.

Dalam acara itu, selain dihadiri dari jajaran Pegiat Peduli Buruh Migran, juga dari Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Kediri, PT BNI, dan sejumlah tamu undangan lainnya.  (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar