Legislator Apresiasi Pengenalan Batik di Kalangan Anak Muda Surabaya

id Hinggil Batik Fest 2018,DPRD Surabaya,Pemkot Surabaya,Karang Taruna Surabaya

Legislator Apresiasi Pengenalan Batik di Kalangan Anak Muda Surabaya

Anggota DPRD Surabaya Reni Astuti mengapresiasi dolanan atau permainan anak-anak zaman dahulu atau tradisional yang masih dilestarikan khususnya di acara pameran batik di Surabaya

Bagi saya yang menarik di pameran batik kali ini, penyelenggaranya juga melibatkan Karang Taruna
Surabaya (Antaranews Jatim) Legislator mengapresiasi pameran batik bertajuk "Hinggil Batik Fest 2018" yang digelar di salah satu mal di Kota Surabaya pada Rabu (28/3) hingga Minggu (4/3), sebagai upaya pengenalan batik di kalangan anak muda.

Anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya Reni Astuti, di Surabaya, Minggu, menilai pameran batik saat ini sudah menjadi tren, bukan hanya dari dikalangan orang tua saja, tetapi juga dari kalangan anak muda.

"Bagi saya yang menarik di pameran batik kali ini, penyelenggaranya juga melibatkan Karang Taruna," katanya.

Menurut dia, keterlibatan Karang Taruna sebagai organisasi pemuda skala Kota Surabaya ini dinilai bisa menguatkan pasar batik khususnya di kalangan anak-anak muda.

Ia mengatakan ada sesuatu yang baru di pameran batik kali ini seperti beberapa kreasi model terbaru batik dengan motif kembang (corak) serasi dengan warnanya.

Selain itu, lanjut dia, peserta pameran batik kali ini cukup variatif dari berbagai wilayah di Indonesia yang semakin memperkaya pilihan bagi pengunjung.

"Selain itu juga untuk mengasah kreatifitas pengerajin batik," kata Reni yang juga menyempatkan belanja batik.

Ketua Karang Taruna Surabaya M. Arif An sebelumnya mengatakan acara pameran batik bertajuk "Hinggil Batik Fest 2018" mendapat dukungan dari berbagai kalangan sehingga pihaknya memastikan akan menjadikan acara itu sebagai kegiatan tahunan karang taruna.

Adapun target yang ingin dicapai dalam pameran kali ini, menurut Arif An adalah ada tempat bagi para pengusaha batik di Surabaya untuk promosi, menjadi ajang komunikasi pengusaha batik, melestarikan batik di masyarakat khususnya pada generasi milineal.

"Terakhir adalah sebagai tempat kumpulnya para pengusaha batik dan pelaku usaha UMKM yang pemula seperti Karang Taruna dengan membuka kulinernya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar