Wali Kota Malang Ancam Cabut Perjanjian Pasar Blimbing

id PKS Pasar Blimbing, Wali Kota Malang, Moch Anton, relokasi pedagang pasar

Wali Kota Malang Ancam Cabut Perjanjian Pasar Blimbing

Wali Kota Malang Moch ANton didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto saat meninjau Pasar Timur Comboran Kota Malang, (17/1) (Humas Pemkot Malang)

Malang (Antaranews Jatim) - Wali Kota Malang Moch Anton mengancam akan mencabut perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan Pasar Blimbing yang sampai saat ini tak kunjung dikerjakan oleh investor, bahkan cenderung berbelit-belit.

"Kalau tidak segera dibangun an masih berbelit-belit, saya akan cabut PKS-nya karena sudah terlalu lama. Banyak pedagang yang menginginkan pasar segera dibangun agar lebih bagus, bersih dan nyaman," kata Moch Anton di Malang, Jawa Timur, Kamis.

Hanya saja, lanjutnya, gagasan modernisasi Pasar Blimbing sudah berlangsung delapan tahun, tetapi sampai sekarang kesepakatan demi kesepakatan masih belum menemui titik terang sehingga proses modernisasi pasar masih belum bisa dibangun.

Ia mengatakan skema untuk modernisasi Pasar Blimbing tersebut sudah jelas, bahkan bebas biaya alias gratis. "Masak pedagang masih nggak mau dibangunkan pasar yang lebih bagus, lebih bersih dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengaku saat ini masih ada tiga poin penting yang perlu dibahas sebelum Pasar Blimbing benar-benar dibangun. Ketiga poin penting itu adalah terkait blok plan pasar yang sudah hampir 100 persen, selanjutnya adalah adendum dalam PKS, dan ketiga berkaitan dengan relokasi pedagang.

Wahyu mengaku blok plan sudah selesai dibicarakan dan dibahas bersama, namun ada beberapa pedagang yang memang belum setuju. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan akan segera dibicarakannya hingga tuntas, seluruh pedagang menyatakan persetujuannya.

Selama ini, katanya, pedagang yang tidak setuju itu menginginkan di lantai bawah ada area perdagangan komoditas selain sayuran dan daging. Karena di blok plan lama lantai satu hanya untuk penjualan komoditas basah, seperti sayur mayur dan daging. Sementara beberapa pedagang menginginkan ada jualan seperti peralatan dapur dan lainnya (nonbasah).

Menurt Wahyu, jika pedagang sudah menyetujui, pihaknya akan segera melakukan relokasi ke tempat yang telah ditentukan, yakni di area eks Stadion Blimbing. Relokasi akan langsung dilakukan begitu pedagang sepakat dengan hasil blok plan.

"Kalau menunggu adendum PKS sepertinya akan kelamaan. Jadi setelah pedagang setuju seluruhnya akan langsung dilakukan relokasi," tuturnya.

Sebelumnya, salah satu penghambat proses pembangunan Pasar Blimbing adalah adanya ketidakcocokan jumlah pedagang setelah dilakukan validasi beberapa tahun lalu.

Jumlah pedagang hasil validasi yang dilakukan investor 1.793 orang, namun data yang ada di Dinas Perdagangan Kota Malang sebanyak 2.250 orang, sehingga ada selisih 457 pedagang dan selisih itulah yang diduga disalahgunakan.

Rencana modernisasi Pasar Blimbing dimulai 2009, hingga saat ini investor belum menggarap pembangunan dengan alasan yang belum jelas. Padahal, sebagian pedagang sudah direlokasi ke lokasi penampungan di kawasan Pandanwangi dan Stadion Blimbing.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar