Ngawi (Antara Jatim) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Atmat Muhadi (16), pemuda asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang diduga tenggelam akibat terseret arus Sungai Bengawan Solo dan hilang selama empat hari.
Komandan Regu Basarnas Dyan Susetyo Wibowo, Senin mengatakan, tim SAR memastikan identitas jasad yang ditemukan tersebut adalah Atmat Muhadi dari pakaian yang dikenakan yaitu kaos warga hitam dan celana pendek.
"Melihat dari ciri dan baju yang dikenakan, maka jasad yang ditemukan tersebut adalah Atmat Muhadi yang selama empat hari terkahir dilakukan pencarian dengan menyusuri aliran Bengawaan Solo oleh tim SAR gabungan," ujar Dyan kepada wartawan.
Menurut dia, jasad korban tersebut ditemukan oleh warga dalam kondisi mengambang di pinggiran Bengawan Solo di kawasan Desa Sonde, Kecamatan Pitu, Ngawi. Warga yang menemukannya kemudian melapor ke petugas hingga akhirnya dilakukan evakuasi.
Tempat penemuan tersebut berjarak sekitar tujuh kilometer dari lokasinya hanyut di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang merupakan daerah asal korban.
Sebelum dinyatakan hilang terseret arus sungai, korban sedang membantu orang tuanya mencari ikan di pinggiran Sungai Bengawan Solo pada Kamis, 16 November lalu.
Diduga korban terseret karena arus Bengawan Solo yang sangat deras dan permukaannya yang meningkat akibat tingginya curah hujan di wilayah aliran Bengawan Solo.
Seteah dievakuasi oleh petugas, jasad anak kedua dari pasangan Samuji dan Samini tersebut lalu dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi guna dilakukan proses visum.
Setelah proses visum dan pemeriksaan data selesai, jasad korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. (*)
