Surabaya (Antara Jatim) - Jawa Timur kembali mendominasi kontingen Indonesia yang akan tampil pada kejuaraan World Skill Competition (WSC) di Abu Dhabi Uni Emirat Arab 14-19 Oktober 2017.
Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Dr Hudiyono di Surabaya, Rabu mengatakan dominasi itu setelah Jatim menjadi juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Malang tahun lalu.
"Dari Jatim, ada tujuh SMK yang siswanya ikut dalam WSC 2017 mendatang yakni SMKN 12 Surabaya, kontingen dari Jatim lainnya berasal dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang, SMKN 1 Pacitan, SMKN 1 Beji Pasuruan, SMKN 3 Malang, SMKN 1 Kabupaten Blitar dan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung," kata Hudiyanto
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengaku ikut bangga dengan prestasi siswa SMK di Jatim. Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK di Jatim memiliki daya saing tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional.
"Selain pemerintah pusat, kita di provinsi termasuk sekolah akan memberi dukungan penuh kepada kontingen Jatim yang akan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," kata Saiful.
Dia berharap para peserta lebih tekun bersiap diri, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris. "Kalau seleksi dalam LKS SMK itu benar-benar selektif, maka hasilnya juga akan sebaik ini," ujarnya.
Salah satu peserta seleksi WSC asal Jatim Aidin Pinuluh Jati mengatakan sudah siap menghadapi seleksi tahap kedua nasional. Seleksi itu, lanjut dia, diikuti oleh pemenang LKS SMK 2015 dan 2016. Sebab kompetisi internasional ini juga digelar setiap dua tahun sekali.
Aidin nantinya disiapkan untuk mengikuti lomba di bidang kria logam. Sama seperti program keahliannya saat bersekolah dan mengikuti LKS SMK dua tahun lalu.
"Waktu latihan tahap satu itu diminta membuat cincin berbahan perak dengan waktu 20 jam. Nanti waktu lomba tugasnya membuat cincin berbahan emas," kata dia.
Selain itu, Aidin mengatakan tantangan ada pada penguasaan Bahasa Ingris. Dia melanjutkan dalam kompetisi tersebut peserta tidak hanya diminta menciptakan produk. Melainkan juga harus memahami teori yang akan diujikan sebelum praktik.
"Latihan bahasa Inggrisnya ini sekarang yang penting. Saya biasa try out dengan soal-soal WSC sebelumnya," ucap dia. (*)
