Bojonegoro (Antara Jatim) - Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin mulai memasok air bersih ke Pondok Pesantren Abu Dharin di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, yang mengalami kesulitan air bersih disebabkan kemarau.
"Pengiriman air bersih ke Ponpes Abu Dharin kita lakukan hari ini dengan jumlah dua tangki (5.000 liter per tangki)," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro Dwi Harningsih, di Bojonegoro.
Menurut dia, ponpes setempat mengajukan permohonan permintaan air bersih karena sumur yang ada sumbernya sudah mengering.
"Kebutuhan air bersih untuk dimanfaatkan para siswa yang menginap di ponpes setempat," tuturnya.
Sampai saat ini, menurut dia, belum ada permohonan air bersih dari warga yang daerahnya mengalami kesulitan air bersih disebabkan kemarau.
Namun, ia memperkirakan kesulitan air bersih akan melanda daerahnya hingga akhir September, meskipun di sejumlah lokasi masih turun hujan.
"Kami sudah menyiapkan anggaran untuk penyediaan air bersih dengan 200 tangki," jelas dia.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno menyatakan senada sampai saat ini belum menerima permohonan permintaan air bersih dari warga.
Meski demikian, menurut dia, BPBD sekarang ini melakukan mengeboran sumur air tanah dangkal di Desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru, yang daerahnya mengalami kesulitan air bersih.
"Warga sudah lama mengajukan permintaan pengeboran sumur air tanah dangkal untuk mengatasi kesulitan air bersih. Pelaksanaannya baru bisa dilakukan hari ini," ucapnya.
Sesuai pemetaan BPBD sebanyak 63 desa yang tersebar di 14 kecamatan yang melapor daerahnya rawan kekeringan, antara lain, Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Ngasem, dan Tambakrejo.
Sesuai data warga yang rawan kesulitan air bersih jumlahnya 28.689 kepala keluarga (KK) atau 89.638 jiwa. Tahun lalu warga yang kesulitan air bersih sebanyak 30.134 KK dengan jumlah 84,654 jiwa.
Lokasinya di 156 dusun di 81 desa yang tersebar di 19 kecamatan, antara lain, Kecamatan Temayang, Kedungadem, Kepohbaru, Gayam, Sugihwaras, Balen, Sukosewu, dan Trucuk. (*)
Disnakertransos Bojonegoro Mulai Pasok Air Bersih
Senin, 19 September 2016 9:43 WIB
Sejumlah warga mengambil air di sungai yang mulai mengering di Tuban. (Slamet Agus Sudarmojo)
"Pengiriman air bersih ke Ponpes Abu Dharin kita lakukan hari ini dengan jumlah dua tangki (5.000 liter per tangki)," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro Dwi Harningsih, di Bojonegoro.
