Bojonegoro (Antara Jatim) - Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, segera memasok air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan disebabkan musim kemarau, dengan alokasi anggaran Rp100 juta dalam APBD 2015.
"Warga segera memperoleh pasokan air bersih, setelah kontraktor pelaksana pengadaan air bersih sudah ada," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro, Dwi Harningsih, di Bojonegoro, Senin.
Ia menjelaskan Disnakertransos sudah memperoleh permohonan permintaan air bersih dari warga sejumlah desa di Kecamatan Kedungadem, Margomulyo, dan Sugihwaras. Permintaan pasokan air bersih untuk Kecamatan Kedungadem dan Margomulyo, diajukan masing-masing kepala desa (kades).
Namun, lanjut dia, pemohon air bersih di Kecamatan Sugihwaras,dari guru di SMK Negeri Sugihwaras, sedangkan di Kecamatan Kedungadem, yang mengalami kesulitan air bersih dari warga.
"Di SMK Negeri Sugihwaras, ada pondok ramadhan yang diikuti 487 siswa dan 60 guru. Mereka membutuhkan air bersih untuk kegiatan pondok ramadhan, misalnya, untuk berwudlu," jelas dia.
Camat Margomulyo M Syafik, menjelaskan di wilayahnya ada dua desa yang warganya kesulitan air bersih yaitu Desa Meduri dengan jumlah 674 kepala keluarga (KK) dan Desa Margomulyo.
"Warga Desa Margomulyo, yang kesulitan air bersih masih dalam pendataan," ucapnya, menambahkan.
Lebih lanjut ia menjelaskan warga di daerahnya mengalami kekeringan, disebabkan sumber mata air di desanya sudah menyusut drastis. Warga bisa mencari air bersih ke desa tetangganya, tapi jaraknya bisa berkisar 2-3 kilometer.
Yang jelas, lanjut dia, pengajuan permintaan air bersih kepada Disnaketransos bisa dilakukan melalui telepon selular, bahkan bisa dilakukan melalui pesang singkat telepon selular.
"Kalau darurat melalui pesan singkat telepon selular kami layani. Hanya saja setelah itu persyaratan administrasi, seperti permohonan diajukan kades dilengkapi" paparnya.
Ia memperkirakan pasokan air bersih kepada warga di daerahnya yang mengalami kekeringan bisa dilaksanakan usai Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.
Data di Disnakertransos, kesulitan air bersih yang terjadi tahun lalu melanda 122 desa yang tersebar di 21 kecamatan, dengan jumlah warga terdampak 20.282 kepala keluarga (KK). (*)
