Malang, (Antara Jatim) - Sejumlah infrastruktur di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak parah akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah itu, Jumat (8/7) malam hingga Sabtu (9/7) dini hari.
 
Kerugian akibat banjir bandang yang merusak sejumlah infrastruktur, seperti dam, plengsengan, jembatan, pipanisasi air bersih milik warga sepanjang 3 kilometer, dan jalan desa itu diperkirakan mencapai Rp3 miliar. "Kami perkirakan kerugiannya kurang dari Rp3 miliar, namun alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur Hafie Lutfi di Malang, Sabtu.

Banjir bandang yang juga meluluhlantakkan puluhan rumah penduduk itu disebabkan meluapnya Sungai Tundo. Dam dan pelengsengan sungai tak mampu menahan derasnya arus air akibat hujan deras selama berjam-jam tersebut.  Aliran sungai Tundo yang mengalir ke Pujiharjo juga ikut meluap.

Infrastruktur yang rusak akibat tergerus air tersebut adalah jalan desa sepanjang 400 meter, pipanisasi (saluran air bersih) sepanjang 3 kilometer, dam, pelengsengan Sungai Tundo, jembatan desa satu-satunya, yakni Jembatan Kali Gamping. Jembatan Kali Gamping adalah jalur menuju perkebunan.

"Jembatan Kali Gamping merupakan satu-satunya jalur ekonomi desa, karena di ujung jembatan terdapat perkebunan milik 800 kepala keluarga, sehingga kami butuh bantuan secepatnya agar jembatan bisa diperbaiki kembali," ujarnya.

Jembatan Kali Gamping dibangun atas swadaya masyarakat. Dana pembangunan jembatan didapat dari swadaya masyarakat desa dan bantuan dari anggota dewan.

Menyinggung penanganan pascabanjir, Hafie mengatakan sudah dilakukan kerja bakti yang melibatkan berbagai elemen, di antaranya TNI, PMI, BPBD, dan masyarakat setempat untuk membersihkan material banjir. Untuk membersihkan material lumpur, tim penanggulangan bencana mendatangkan beberapa alat berat.

Ia mengakui tim penanggulangan bencana memang tidak mendirikan dapur umum karena logistik (pangan) korban banjir maupun personel yang membantu, langsung didrop. "Kami sekarang mendorong adanya bantuan logistik untuk warga korban banjir," urainya.(*)


Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026