"Ke depan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM akan terus memperluas jangkauan desa yang akan ditempati peserta kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa UMM, tidak hanya di wilayah Jawa Timur saja seperti yang dilakukan selama ini," kata Direktur Direktorat DPPM UMM, Prof Dr Sudjono di sela pelepasan ribuan mahasiswa yang bakal menjalani KKN semester ganjil 2016/2017, di heliped UMM, Sabtu .
Ia mengatakan saat ini pihaknya juga telah bekerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia untuk menempatkan peserta KKN mahasiswa di Gorontalo. "UMM akan mengirimkan enam orang untuk ikut program ini," katanya.
Menurut Sudjono, KKN diselenggarakan DPPM UMM setahun dua kali, yakni di akhir semester ganjil dan genap. KKN mahasiswa UMM yang disebar di sejumlah daerah di Jatim dan akan memperlua jangkauannya hingga ke luar Jawa itu diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan desa di Indonesia, baik secara fisik maupun nonfisik.
Berdasarkan evaluasi, kata Sudjono, di setiap desa yang ditempati peserta KKN UMM, masyarakat selalu merespon dengan baik, bahkan sekarang semakin banyak pengajuan dari desa untuk penempatan mahasiswa KKN dari UMM. "Saat mereka pulang, masyarakat desa selalu berharap di periode selanjutnya ada lagi mahasiswa KKN dari UMM yang ditempatkan di desanya," urainya.
DPPM UMM, lanjutnya, mencoba membangun desa di Jawa Timur melalui aspek ekonomi, sosial, budaya dan agama. Untuk tahun ini, program wajib peserta KKN yang diunggulkan adalah pengembangan desa melalui sistem teknologi informasi (TI).
Peserta, katanya, akan membawa software yang dikembangkan UMM dan nantinya perangkat desa akan diajari penggunaannya. Hal ini diharapkan bisa membantu pengerjaan administrasi desa. "Selain itu, di beberapa desa kami juga membawa program dari Kemensos yakni pengentasan buta aksara dan kewirausahaan," tambahnya.
Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan, secara resmi melepas 5.100 mahasiswa yang akan menjalani program KKN di Helipad kampus setempat. "Mahasiswa harus bisa membawa nama baik UMM dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Kalian adalah generasi yang dianggap memiliki pendidikan tinggi, sehingga harus diimbangi oleh ahklak yang baik, apalagi kalian adalah mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah, jagalah sikap dengan baik," ujar Fauzan dalam sambutannya.
Fauzan berpesan agar peserta KKN UMM tidak menganggap masyarakat desa sebagai orang yang tidak berpendidikan. Mahasiswa harus bisa memperhatikan nilai dan norma yang ada di masyarakat desa. "Kalian hadir di tengah masyarakat, bukan sebagai komunitas yang bebas norma, baik agama maupun budaya. Warga akan menilainya, jangan ciptakan sesuatu yang bertentangan dengan itu,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, peserta KKN harus menghindari kelompok masyarakat desa yang memanfaatkan kehadiran mereka untuk menaikan citranya di tengah konflik kepentingan masyarakat. "Kalian diharapkan tidak berada di tengah kelompok manapun, tapi kalian harus menjadi kelompok yang selalu memosisikan diri sebagai pemberi solusi bagi siapapun," tambahnya.
Jumlah peserta KKN periode ini merupakan yang terbanyak selama penyelenggaraan KKN di UMM. Pelepasan ditandai dengan penerbangan ratusan balon oleh Rektor. Peserta KKN UMM akan diberangkatkan pada 19 Juli dan kembali ke kampus pada 17 Agustus mendatang.
Peserta KKN semester ganjil tahun akademik 2016/2017 terdiri dari 116 kelompok dan akan ditempatkan 116 Desa, 61 Kecamatan dan 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Ke-17 kabupaten itu adalah Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Magetan, Madiun, Tulungagung, Blitar, Bondowoso, Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, serta Sampang.(*)
Pewarta: Endang SukarelawatiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026