Selama ini hasil tangkapan masih dijual tanpa pengolahan optimal, sehingga nilai ekonominya belum maksimal

Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di wilayah setempat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan salah satu fokus kerja sama yang didorong adalah pengembangan sektor perikanan, khususnya peningkatan nilai tambah hasil tangkapan nelayan melalui pengolahan pascapanen.

“Selama ini hasil tangkapan masih dijual tanpa pengolahan optimal, sehingga nilai ekonominya belum maksimal,” ujar Adi dalam keterangan yang diterima di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan, melalui sinergi dengan Universitas PGRI Wiranegara, Universitas Merdeka Pasuruan, dan Universitas Yudharta Pasuruan, diharapkan muncul inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan serta pendampingan bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan nilai jual hasil tangkapan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UB gagas potensi pengembangan ekspor nelayan Pasuruan

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui berbagai skema seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

Adi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun wilayah, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi, untuk memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Ia menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah, tidak hanya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Nelayan Pasuruan diajak jalan-jalan ke Jakarta

Selain sektor perikanan, Pemkot Pasuruan juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan terhadap berbagai program pembangunan, termasuk pengembangan kawasan industri serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kerja sama yang terjalin tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU semata, melainkan harus ditindaklanjuti dengan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Adi.

Baca juga: Pemkab Pasuruan meminta nelayan menjaga biota laut
Baca juga: 300 nelayan di Kabupaten Pasuruan terima sertifikat tanah



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026