Harga jual jagung di kalangan petani kini lebih tinggi dibandingkan harga patokan Bulog, sehingga saya bersyukur petani bisa mendapatkan keuntungan dan Bulog belum perlu membeli jagung petani
Jember (Antara Jatim) - Badan Urusan Logistik Subdivre XI Jember menyatakan belum perlu menyerap jagung petani untuk stabilitas harga karena harga di pasaran masih lebih tinggi dibandingkan harga patokan Bulog di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Bulog juga mendapatkan tugas menyerap jagung dari petani. Harga patokan dari Bulog sebesar Rp3.150 per kilogram dengan kadar air maksimal 15 persen," kata Kepala Bulog Subdivre XI Jember Khozin di Jember, Rabu.
Menurutnya, harga jagung pipil dari petani saat ini berkisar Rp3.700 hingga Rp4.000 per kilogram, sehingga pihak Bulog Jember belum perlu melakukan penyerapan jagung dari petani.
"Harga jual jagung di kalangan petani kini lebih tinggi dibandingkan harga patokan Bulog, sehingga saya bersyukur petani bisa mendapatkan keuntungan dan Bulog belum perlu membeli jagung petani," tuturnya.
Bulog Jember akan membeli jagung yang diproduksi petani, apabila terjadi penurunan harga di pasaran dengan harga patokan jagung hibrida sebesar Rp3.150 per kilogram.
"Jika terjadi kenaikan harga jual di pasaran umum yang terlampau tinggi, Bulog nantinya akan melakukan operasi pasar jagung yang dilakukan beberapa Bulog di Jatim," katanya.
Untuk komoditas jagung, lanjut dia, pihaknya tidak mendapatkan target penyerapan dari Bulog pusat dan hal tersebut berbeda dengan gabah atau beras yang harus diserap sebanyak-banyaknya.
"Dengan demikian kami tidak perlu bersusah payah terjun bersaing dengan para pembeli jagung di Jember, namun kalau ada petani yang menginginkan untuk menjual jagungnya ke Bulog, maka kami membuka pintu itu, asalkan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bulog," tuturnya.
Sejauh ini, ada tiga wilayah Bulog yang bertugas menggelar operasi pasar jagung di Jawa Timur yakni Bulog Surabaya Selatan, Surabaya Utara dan Malang. Bulog menjual jagung kepada pembeli sebesar Rp3.700 per kilogram.
"Informasi yang kami terima, banyak juga peternak dari Jember yang membeli jagung di lokasi operasi pasar sejumlah Bulog di Jatim dan kabarnya total pembelian jagung dari Jember mencapai 3.000 ton untuk peternak unggas di sini," ujarnya.
Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Jumantoro berharap pemerintah memberikan kepastian harga kepada para petani yang menanam jagung dan beberapa komoditas pertanian lainnya.
"Kami berharap bisa meningkatkan hasil produksi pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan, namun pemerintah juga harus memberikan kepastian dan jaminan harga, agar komoditas pangan yang ditanam petani tidak anjlok harganya saat panen," katanya.*
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026