Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Perum Bulog setempat memastikan bahwa penerima bantuan pangan periode Oktober-November 2025 di Kabupaten Jember, Jawa Timur tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman bersama Kepala Bulog Jember Ade Saputra meluncurkan bantuan pangan secara bertahap kepada 202.219 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Jember yang diawali di Kelurahan Wirolegi, Jumat.
"Bantuan pangan itu menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia," kata Kepala Dinsos Akhmad Helmi Luqman saat memberikan sambutan.
Menurutnya program itu sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
"Saya menekankan kepada KPM bahwa bantuan digunakan sesuai kebutuhan keluarga, sejalan dengan instruksi Presiden yang meminta agar bantuan tidak diperjualbelikan dan digunakan sepenuhnya untuk mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga," tuturnya.
Ia mengatakan tambahan minyak goreng Minyakita sebanyak 2 liter pada periode ini menjadi salah satu bentuk peningkatan manfaat bagi masyarakat, selain beras 10 kilogram yang selama ini sudah diterima KPM.
"Penetapan penerima bantuan berlandaskan Data Tingkat Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem data yang diperbarui secara berkala untuk menangkap perubahan kondisi sosial ekonomi warga," katanya.
Ia mengatakan bahwa jumlah penerima bantuan di Jember mengalami penyesuaian atau berkurang sekitar seribuan orang akibat berbagai faktor, mulai dari perubahan tingkat kesejahteraan, perpindahan domisili, hingga data kematian.
Sistem klasifikasi kesejahteraan melalui desil 1 hingga 5 menjadi acuan pokok pemerintah untuk memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.
"Program bantuan pangan itu diharapkan mampu menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, sekaligus meningkatkan efektivitas bantuan dalam mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di seluruh wilayah Kabupaten Jember," ujarnya.
Helmi mengatakan kolaborasi antara Pemkab Jember dan Bulog sebagai langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah, serta memastikan stabilitas pasokan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara Kepala Bulog Jember Ade Saputra menjelaskan perkembangan penyaluran bantuan di wilayah Kelurahan Wirolegi tercatat sebanyak 670 KPM dan dari jumlah tersebut.
Kemudian 100 orang menerima bantuan secara simbolis pada kegiatan peluncuran bantuan pangan tersebut dan sisanya akan menerima bantuan secara bertahap sesuai jadwal pendistribusian yang disusun bersama dinas terkait.
a mengatakan Bulog Jember telah menyiapkan hampir 4.000 ton beras dan 89.000 liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan seluruh penerima manfaat di Kabupaten Jember.
"Saya memastikan bahwa seluruh stok pangan berada dalam kondisi baik dan telah melalui proses pengecekan kualitas sebelum didistribusikan," ujarnya.
Ade juga menekankan bahwa ketersediaan pangan di Jember berada dalam kondisi aman. Bulog memiliki cadangan beras mencapai 88 ribu ton dan minyak sebanyak 80.600 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua tahun ke depan.
Meskipun memasuki musim hujan, Bulog memastikan pendistribusian tetap berjalan sesuai rencana. Selain itu, penyerapan gabah petani terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan keseimbangan pasokan pangan di tingkat produksi.
Penyaluran bantuan pangan itu akan terus bergulir ke seluruh kecamatan di Jember hingga akhir November 2025, sehingga Pemkab Jember berharap program tersebut dapat diakses oleh seluruh keluarga penerima manfaat dan memberi kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tekanan ekonomi.
