Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Perum Bulog Jember mulai menyalurkan bantuan pangan kepada 390.744 keluarga penerima manfaat (KPM) secara bertahap di masing-masing kelurahan/desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bupati Jember Muhammad Fawait dan Kepala Bulog Jember M Ade Saputra secara simbolis melepas belasan truk yang membawa bantuan pangan tersebut di Gudang Bulog yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jumat.
"Total penerima bantuan pangan di Jember sebanyak 390.744 KPM. Angka tersebut mencatatkan Jember sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan terendah di Jawa Timur," kata Kepala Bulog Jember M Ade Saputra saat menghadiri penyerahan bantuan pangan secara simbolis di Kantor Kelurahan Kaliwates.
Menurutnya bantuan yang diberikan kepada masyarakat untuk alokasi Februari dan Maret 2026 dengan komoditas beras yang disiapkan sebanyak 8 ribu ton dan minyak goreng totalnya sebanyak 1,8 juta liter yang akan didistribusikan kepada warga di Jember secara bertahap.
"Untuk hari ini penyaluran perdana dilaksanakan di tiga kecamatan kota yakni Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang dengan jumlah penerima bantuan pangan sebanyak 19.917 orang dengan total beras yang disalurkan sekitar 400 ton beras dan kurang lebih 190.000 liter minyak goreng," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa proses teknis penyaluran di lapangan didukung oleh aplikasi khusus dan petugas yang bersiaga di setiap kelurahan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan bahwa menurunnya jumlah penerima bantuan pangan merupakan salah satu dampak kemiskinan di Jember menurun.
"Dengan adanya bantuan pangan itu, tentu kami harapkan dapat menurunkan tingkat inflasi serta meringankan beban masyarakat yang kurang mampu," katanya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga meminta warga Jember untuk menjadi pengawas. Apabila pendistribusiannya tidak tepat sasaran, maka masyarakat bisa melaporkan ke kanal Wadul Gus'e.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026