Tulungagung (Antara Jatim) - Jajaran Kepolisian Sektor Tulungagung Kota, Jawa Timur, Rabu menggelar razia ke sejumlah hotel melati di Kota Tulungagung dan mendapati empat pasangan bukan suami-istri yang diduga berbuat mesum selama tinggal di dalam kamar.
"Mereka terpaksa kami bawa ke mapolsek untuk diperiksa dan dibina agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Wakapolsek Tulungagung Kota, AKP Mujiharto usai razia di Tulungagung.
Empat pasangan bukan suami-istri itu terjaring razia saat petugas menyisir sejumlah hotel melati di pusat kota tersebut.
Operasi bersandi "Pekat Ramadhan" itu berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Razia rutin yang sengaja digelar dalam rangka mencegah aksi penyisiran sepihak oleh ormas keagamaan berhaluan kanan atau garis keras itu sempat menarik perhatian wartawan.
Penyebabnya, saat operasi menyasar sebuah hotel melati di depan Stasiun Tulungagung, polisi mendapati sepasang kekasih yang berstatus mahasiswa kedokteran berada dalam satu kamar.
Belakangan, pasangan pria mahasiswa kedokteran di sebuah universitas negeri di Jawa Timur itu diketahui sebagai cucu kiai ternama di Tulungagung.
"Karena mereka bukan pasangan suami-istri dan tidak bisa menunjukkan surat-surat yang dibutuhkan, keduanya tetap kami bawa ke mapolsek dan dilakukan pembinaan," kata Mujiharto.
Ia menjelaskan, operasi atau razia mendadak itu sengaja dilakukan untuk menjaga stabilitas kamtibmas di daerah tersebut.
Selain untuk menghormati bulan puasa, pencegahan dini melalui razia itu diharapkan bisa meminimalkan potensi gerakan penyisiran pasangan mesum oleh kelompok garis keras keagamaan di hotel-hotel maupun tempat hiburan malam. (*)
Polisi Tulungagung Razia Hotel Temukan Pasangan Mesum
Rabu, 24 Juni 2015 19:51 WIB
Belakangan, pasangan pria mahasiswa kedokteran di sebuah universitas negeri di Jawa Timur itu diketahui sebagai cucu kiai ternama di Tulungagung. (Destyan H Sujarwoko)
"Belakangan, pasangan pria mahasiswa kedokteran di sebuah universitas negeri di Jawa Timur itu diketahui sebagai cucu kiai ternama di Tulungagung"
