Surabaya (Antara Jatim) - PT HM Sampoerna Tbk meminta pemerintah menyederhanakan struktur dan sistem cukai di Indonesia karena rencana kenaikan cukai pada tahun ini dikhawatirkan dapat merugikan negara dan produsen rokok. "Kalau cukai dinaikkan, perdagangan rokok ilegal ikut meningkat. Lalu akan berdampak pada berkurangnya volume produksi rokok dan pengurangan tenaga kerja di sektor ini," kata Presiden Direktur Sampoerna, Paul Janelle, ditemui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) dan Paparan Publik Tahunan, di Surabaya, Senin. Sementara, kata dia, pada saat ini kondisi sistem dan struktur cukai di Tanah Air masih cukup rumit. Bahkan, sesuai penelitian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta menyatakan bahwa ditaksir sebanyak 11 persen rokok ilegal beredar di pasar nasional. "Dari angka tersebut, diprediksi kerugian negara mencapai Rp5 triliun hingga Rp9 triliun," katanya. Terkait kinerja tahun 2014, menurut dia, RUPS itu menyetujui pembagian dividen senilai Rp4,273 triliun atau Rp975 per lembar saham. Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengemukakan bahwa pada tahun 2014 Sampoerna mampu bertahan dari tekanan pasar dan ekonomi makro. "Hal tersebut dapat terwujud karena kami mampu mempertahankan posisi sebagai pemimpin. Kami juga menghasilkan volume penjualan tahunan sebesar 109,7 miliar batang dan pendapatan bersih sebesar Rp10,2 triliun," katanya. Sampoerna dan Philip Morris Indonesia juga mempertahankan peranannya sebagai salah satu kontributor pajak terbesar bagi Pemerintah Indonesia. Selain itu, pada tahun 2014 Sampoerna dan Philip Morris Indonesia membayar pajak dengan total lebih dari Rp52 triliun. "Pembayaran pajak itu terdiri dari cukai, pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan perusahaan, dan pajak daerah," katanya. Sementara, penurunan yang berkelanjutan dalam segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT), kenaikan pajak cukai, dan perubahan ketentuan pembayaran cukai akan menjadi tantangan tambahan bagi perusahaan itu pada tahun 2015. Selain itu, akan ada tekanan dari segi ekonomi makro serta lingkungan regulasi dan fiskal. "Secara keseluruhan, aspek itu adalah tantangan bagi industri tembakau. Namun, kami yakin terhadap kemampuan para karyawan berbakat di perusahaan ini dan portofolio merek yang terdepan," katanya.(*)
Berita Terkait
Sampoerna Academy perkuat kolaborasi dukung potensi anak
14 November 2025 13:21
Sampoerna Academy gelar Literacy Festival, perkuat literasi digital
12 September 2025 16:13
Khofifah puji program ketahanan pangan KIP Foundation dan Sampoerna
14 Maret 2025 10:31
Siswa Sampoerna Academy ciptakan "3-in-1 Tree" guna atasi polusi udara
7 Maret 2025 13:09
Sampoerna-GSN-STAPA salurkan mesin pemanen padi ke petani Ponorogo
2 Maret 2025 22:30
Sampoerna Academy-BRIN kerjasama gelar STEAM Expo 2025
21 Februari 2025 17:53
Sampoerna Academi gelar pelatihan pendidikan inovatif peringati Hari Guru
5 Desember 2024 06:52
Pemkab Kediri dan PSF kolaborasi kurangi angka kemiskinan lewat pendidikan
23 November 2024 18:55
