Jombang (Antara Jatim) - Para santri di sejumlah pondok pesantren yang ada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, didorong untuk memahami kesehatan reproduksi sebagai bekal mereka mengetahui kesehatan mereka sekaligus bekal dakwah. Maman A. Rahman, salah seorang peneliti mengatakan, dunia santri juga sama seperti dunia pendidikan lainnya. Mereka juga berhak mendapatkan pemahaman tentang kesehatan, baik kesehatan lingkungan ataupun kesehatan diri, termasuk kesehatan reproduksi. "Dunia pesantren harus terlibat dalam menjaga kesehatan, terlebih lagi para santri," katanya di Jombang, Rabu. Pihaknya juga mengadakan penelitian di sejumlah pondok pesantren yang ada di Kabupaten Jombang. Penelitian itu dilakukan awal 2015 dan saat ini sedang proses akhir penyelesaian penelitian. Terdapat tujuh pesantren di Jombang yang menjadi objek penelitian. Ia juga mengatakan, hasil penelitian itu nantinya akan dibuka untuk umum. Beberapa yang diteliti yaitu sampai sejauh mana tingkat pemahaman para santri tentang ajaran agama dan dilaksanakan di lapangan. Hasil penelitian itu nantinya akan disosialisasikan dengan para pemangku kebijakan, baik kementerian agama, dinas pendidikan, dinas kesehatan, BKKBN, maupun organisasi masyarakat lainnya. Maman diundang dalam kegiatan pelatihan kesehatan yang diikuti sejumlah santri pondok pesantren di Jombang, pada awal pekan lalu. Selain dirinya, terdapat sejumlah pemateri lainnya, yaitu Nur Rofi’ah, Nur Khayati Aida, serta Gomar Ferdinan Gimon. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Diwek, Jombang. Kegiatan itu juga dihadiri santri dari sejumlah pondok pesantren di Jombang, yaitu Pesantren at-Tahdzib Ngoro, Pesantren Darussalam Ngesong, Pesantren Kalimasada Plandaan, Pesantren Pesantren Kyai Mojo Tambakberas, Pesantren al-Ghazaliyah Sumbermulyo, Pesantren Babussalam Mojoagung. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026