Malang (Antara Jatim) - Lembaga Riset dan Penelitian Last Minutes Institute (LMI) Malang, Jawa Timur, menyatakan Bupati Malang periode 2005-2010, Sujud Pribadi, bisa menjadi batu sandungan bagi bupati petahana, Rendra Kresna, dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015. "Calon petahana atau calon yang sedang menjabat, bisa saja tergelincir kalau pengusung bakal calon dari PDIP solid, bahkan mantan bupati Sujud Pribadi pun bisa menjadi batu sandungan jika Rendra Kresna tidak waspada, sebab nama Sujud Pribadi masih sangat dikenal oleh warga Kabupaten Malang," tegas juru bicara LMI, Wimmy Halim di Malang, Minggu. Ia mengemukakan berdasarkan hasil riset dan sampel survei yang disebar dalam diskusi publik beberapa waktu lalu, nama Rendra Kresna memang masih teratas, namun hal itu bisa saja berbalik jika konstelasi politik lawan juga berubah. Munculnya kembali nama Sujud Pribadi di bawah nama Rendra, bisa menjadi batu sandungan jika calon petahana, tidak waspada. Bahkan, lanjutnya, hasil dari kuisioner dalam diskusi yang diinginkan para tokoh saat itu, rekam jejak dan profesional adalah harapan bagi pemimpin Kabupaten Malang periode 2015-2020. Dan, hasil kuisioner responden nama Sujud masih begitu dikenang dan populer di kalangan masyarakat. Dalam kuisioner, Sujud Pribadi memperoleh suara responden 33,8 persen. Meski berada di bawah Rendra Kresna dengan jumlah responden 42,6 persen, PDIP cukup berpeluang merebut kursi pimpinan Kabupaten Malang."Asal PDIP solid, kami merasa hal itu bisa saja terjadi, jika solid, PDIP bisa memenangkan Pilkada tahun ini," tegasnya. Selain Sujud Pribadi, tokoh dan kader PDIP lain yang cukup layak menjadi Bupati Malang pilihan responden adalah Geng Wahyudi. "Pak Geng ini pernah nyalon Bupati Malang periode lalu melawan Rendra dan ia pasti tahu betul titik-titik mana yang bisa meningkatkan elektabilitasnya dan punya pengalaman signifikan dalam melawan calon petahana," ujarnya. Sementara , nama baru yang juga dianggap tokoh layak memimpin Kabupaten Malang dari PDIP adalah munculnya nama KH.Thoriq Bin Ziyad. Pengasuh Ponpes Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran itu masuk lima besar. Selain Rendra dan Sujud, KH.Thoriq Bin Ziyad dan Geng Wahyudi dianggap layak maju sebagai calon Bupati Malang pilihan responden dengan meraih 19,9 persen. Wimmy menyatakan hasil survei dan riset tersebut murni pendapat para tokoh yang hadir dalam diskusi publik beberapa waktu lalu (4/2). Ada lima besar nama tokoh yang meraih nilai tertinggi dan dinyatakan sangat layak memimpin Kabupaten Malang periode lima tahun ke depan, yakni Rendra Kresna, Sujud Pribadi, H.Soleh, Mohammad Geng Wahyudi dan KH.Thoriq Bin Ziyad. Hasil survei itu juga menyebutkan 51 persen tokoh dalam diskusi publik itu menganggap integritas dan rekam jejak menjadi aspek paling utama bagi calon bupati dan wakilnya. Aspek kedua yang dinilai adalah latar belakang seorang calon pemimpin dan sebanyak 45 persen menginginkan kepala daerah di Kabupaten Malang harus dari kalangan profesional serta aspek ketiga adalah umur, yakni 70,5 persen responden menginginkan calon pemimpin di daerah itu berumur 46 sampai 55 tahun. Sementara aaspek keempat, kualifikasi penting yang harus dimiliki seorang calon Bupati dan Wakil Bupati Malang harus memiliki integritas moral yang baik (45,5 persen), dan aspek kelima adalah soal hambatan hukum yang tidak akan dipilih oleh masyarakat pada calon pemimpin (38,3 persen).(*)
Berita Terkait
Trenggalek apresiasi aksi NK-LMI tanam mangrove serta terumbu karang
14 Oktober 2025 22:25
LMI kukuhkan diri jadi lembaga filantropi berfokus pada SDGs
25 Februari 2025 17:37
LMI suarakan isu Palestina lewat "Charity Run for Palestine"
17 Desember 2024 18:01
Lembaga Manajemen Infaq peringati satu tahun genosida terhadap Palestina
7 Oktober 2024 16:46
LMI gandeng 50 lembaga gelar "Resik Kali" wujudkan lingkungan bersih
24 September 2024 20:12
LMI gandeng ratusan pesepeda galang donasi untuk Palestina
29 Agustus 2024 13:05
Kisah pilu keluarga Sumiati yang harus pergi dari rumah
23 Maret 2024 20:18
Pemkab Tulungagung gandeng Baznas-LMI santuni yatim piatu korban COVID-19
15 September 2021 21:31
