Pamekasan (Antara Jatim) - Seorang santri Pondok Pesantren Al-Mubarok, Desa Pakong, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Menurut pengasuh pondok pesantren itu KH Muhni, Selasa, seorang santrinya meninggal dunia, karena penyakit yang dideritanya tidak segera diketahui. "Santri saya itu meninggal beberapa hari lalu, dan tidak segera diobati karena dianggap panas biasa," terang Husni kepada wartawan saat meliput aksi pengasapan oleh Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan di pondok itu, Selasa. Ia menuturkan, santrinya yang meninggal dunia itu, sempat dirawat inap di RSUD dr Slamat Martodirjdjo Pamekasan, namun nyawanya tetap tidak tertolong, karena kondisinya sudah parah. Kasi Penanggulangan Penyakit Dinkes Pamekasan Rifki Syamlan menjelaskan, penyakit demam berdarah di Pamekasan saat ini memang tergolong mengkhawatirkan. "Kabupaten Pamekasan ini kan sudah termasuk darurat demam berdarah dan telah ditetapkan oleh Dinkes Provinsi Jatim dalam status kejadian luar biasa bersama 21 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur," katanya. Selain masyarakat umum, kata dia, warga yang banyak terserang DBD juga para santri di berbagai pondok pesantren. Menurut Rifki, pondok pesantren Al-Mubarok ini merupakan salah satu pondok pesantren di Pamekasan yang menjadi sasaran program pengasapan Dinkes Pamekasan karena santrinya ada yang terserang DBD. Pondok pesantren lain yang juga telah dilakukan pengasapan adalah Pondok Pesantren Al-Hamidy dan Pondok Pesantren Banyuanyar Barat di Kecamatan Palengaan. Jumlah warga Pamekasan yang terdata menderita demam berdarah dengue (DBD) higga saat ini mencapai 254 orang. Mereka tersebar di hampir semua kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Selain DBD, jenis penyakit lain yang juga banyak menyerang warga akibat gigitan nyamuk itu adalah penyakit cikungunya. Jenis penyakit ini, dilaporkan menyerang warga di Dusun Daporah, Dea Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan beberapa hari lalu. Berbeda dengan DBD, cikungunya tidak termasuk jenis penyakit yang mematikan, meski penyebabnya sama-sama akibat gigitan nyamuk. (*)
Berita Terkait
Dinkes Pamekasan tangani 275 kasus DBD hingga 14 Februari 2025
24 Februari 2025 20:38
Dinkes Pamekasan mencatat 106 orang terserang DBD
28 Januari 2025 14:38
Petugas gabungan di Pamekasan lakukan pengasapan untuk cegah DBD
14 Januari 2025 10:18
Dinkes Pamekasan gencarkan PSN untuk tekan sebaran DBD
5 Desember 2024 10:40
Dinkes Pamekasan cegah penyebaran DBD
17 Februari 2023 00:06
Sedikitnya 117 orang terserang DBD di Pamekasan
18 Oktober 2022 17:48
Tiga warga Pamekasan meninggal dunia akibat demam berdarah
21 Januari 2022 05:18
Warga Pamekasan diminta waspadai DBD saat musim hujan
28 Oktober 2020 05:06
