Surabaya (Antara Jatim) - Grup musik asal Bandung, Kahitna ikut memeriahkan konser "Banyuwangi Beach Jazz Festival" di Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (6/12), yang tahun ini mengusung tema "Gulung Ombak, Jazz Bersemarak". Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Bramuda ketika dihubungi dari Surabaya, Jumat, mengatakan, selain Kahitna, beberapa artis dan grup ternama juga akan menghibur penggemar musik jazz, seperti Tohpati and Friends, serta Kua Etnika bersama penyanyi gaek Tri Utami. "Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto rencananya juga berkolaborasi dengan pelaku seni tradisional Banyuwangi pada konser tersebut," tutur Yanuar. Konser jazz pantai yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga ini, merupakan rangkaian dari agenda pariwisata "Banyuwangi Festival 2014". Pada konser pertama tahun 2012, salah satu bintang tamu yang hadir adalah Syahrani and Queenfireworks. Kemudian pada 2013, giliran grup Trio Lestari yang beranggotakan Glenn Fredly, Tompi dan Sandhy Sondoro menjadi bintang utamanya. Beberapa waktu sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga mengadakan konser jazz di pelataran parkir kawasan objek wisata kawah Gunung Ijen, yang menghadirkan bintang tamu Deddy Dhukun dan Fariz RM. "Pada konser jazz pantai ini, para wisatawan bisa menikmati perpaduan unik antara pesisir pantai dan musik jazz, dengan pemandangan Selat Bali di malam hari yang menawan," ujar Yanuar. Selain itu, tambah Yanuar, jazz pantai juga menjadi jembatan antara budaya Suku Osing (penduduk asli Banyuwangi) dengan musik kontemporer. "Banyuwangi adalah daerah dengan seni budaya yang sangat kaya dan ini tidak dimiliki daerah lain. Kekayaan seni budaya itulah yang kami angkat," tambahnya. Untuk penyelenggaraan jazz pantai ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng beberapa sponsor dengan skema kerja sama dunia usaha, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai sponsor utama, didukung PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Grup Bosowa, dan Java Banana. Pada kesempatan terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan berbagai agenda pariwisata memberikan kesempatan bagi daerah untuk membagi kebudayaan dan potensi lokal mereka kepada pengunjung luar daerah. "Wisatawan mendapatkan pengalaman yang unik karena agenda pariwisata tidak digelar setiap hari. Sekali terpikat, wisatawan bisa penasaran mengunjungi objek wisata alam dan wisata budaya yang lainnya," ujar Anas. Menurut bupati, agenda pariwisata bisa memberikan tiga dampak utama kepada daerah dan komunitas lokal. Pertama, dampak ekonomi yang memberikan peningkatan pendapatan suatu daerah dan komunitas seiring datangnya para wisatawan. Kedua, peningkatan citra suatu daerah, bukan hanya terhadap orang-orang luar daerah, tetapi juga komunitas-komunitas lokal. "Ketiga, sekaligus yang paling potensial adalah festival-festival pariwisata bisa digunakan sebagai alat pemasaran penting untuk memperluas siklus kunjungan wisata, sehingga suatu daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata," papar Abdullah Azwar Anas. (*)
Berita Terkait
Durian merah Banyuwangi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis
21 Januari 2026 19:24
Nilai ekspor produk unggulan Banyuwangi 2025 capai Rp3,9 triliun
18 Januari 2026 19:54
Banyuwangi-InJourney kolaborasi tingkatkan pariwisata dan penerbangan
14 Januari 2026 06:00
Kementerian PAN-EB tetapkan indeks tertinggi SPBE Banyuwangi
8 Januari 2026 19:31
Banyuwangi catat produksi beras 2025 capai 546 ribu ton
8 Januari 2026 10:49
Perhutani Banyuwangi mitigasi bencana bagikan ribuan bibit pohon buah
5 Januari 2026 13:00
Sebanyak 82 Kopdes Merah Putih di Banyuwangi terbentuk hingga akhir 2025
31 Desember 2025 19:55
