Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Ipuk Fiestiandani menyebut arah pembangunan di kabupaten itu pada tahun depan berfokus pada penguatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan pariwisata berkelanjutan.
"Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi urusan wajib daerah, sedangkan pariwisata sebagai payung pembangunan Banyuwangi juga akan terus didorong untuk mengungkit perekonomian daerah," ujarnya di Banyuwangi, Kamis.
Ipuk memaparkan delapan prioritas program yang akan dijalankan pada tahun 2027, pertama peningkatan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja lewat pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan hingga memastikan pendidikan selaras dengan kebutuhan masa depan.
Salah satunya, lanjut dia, dengan mendorong penguatan pendidikan vokasi, keterampilan dan literasi digital, sementara camat memastikan agar perencanaan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Untuk kesehatan, kata dia, antara lain penguatan layanan kesehatan dasar, penurunan stunting, dan peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta mendorong gaya hidup sehat.
"Ada peningkatan sejumlah penyakit degeneratif, seperti diabetes, TBC, yang harus kami selesaikan pada tahun depan dan ini harus jadi perhatian semua," kata Bupati Ipuk.
Program prioritas berikutnya, lanjut dia, adalah mendorong pariwisata berkelanjutan dan UMKM naik kelas.
Ipuk meminta kepada seluruh camat, kepala desa, dan lurah, bersama-sama menjaga citra pariwisata daerah dengan menjaga lingkungan tetap bersih, ramah, dan tertib.
Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan Inklusif, katanya, jalan akses menuju pusat-pusat ekonomi dan pelayanan publik akan menjadi salah satu fokus pembangunan, dengan menyesuaikan skala prioritas.
"Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan jalan akan tetap kami validasi melalui mekanisme Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) seperti biasa," ujar Bupati Ipuk.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.