Oleh Ella Syafputri Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan 2015 diperkirakan bakal menciptakan 14 juta lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup sekitar 600 juta penduduk di kawasan Asia Tenggara. Studi ILO dan ADB baru-baru ini melihat MEA sebagai peluang bagi pergerakan tenaga kerja, barang, jasa, dan investasi yang lebih cair di kawasan Asia Tenggara. Kajian itu menyebut MEA bisa mempercepat integrasi regional dan menyejahterakan semua negara di ASEAN. Pada tahun 2015 diperkirakan jumlah lapangan kerja keterampilan tinggi akan naik 41 persen atau 14 juta, sementara lowongan kerja keterampilan menengah tumbuh 22 persen atau sekitar 38 juta, dan pekerjaan dengan keterampilan rendah naik 24 persen atau setara dengan 12 juta. Dalam hal sektor pekerjaan, saat ini migrasi tenaga kerja di ASEAN masih berfokus kepada pekerjaan dengan keterampilan rendah dan menengah. Permintaan terbesar masih di seputar pekerjaan konstruksi, pertanian, dan pembantu rumah tangga. Meskipun MEA menawarkan peluang lebih banyak lapangan pekerjaan, setiap pihak harus mewaspadai isu perlindungan dan pengelolaan buruh migran mereka di luar negeri, demikian ILO. (*)
Berita Terkait
K'mea Craft Malang gelar pelatihan "Merajut Peluang Menggapai Daya"
13 Desember 2022 10:20
Konsil Kedokteran Indonesia diskusikan persiapan SDM memasuki MEA di FK Unair
14 Oktober 2021 16:34
Pertagas, MEA dan WLI kerja sama penuhi kebutuhan listrik 30MW
19 Agustus 2021 22:25
UK Petra Edukasi Masyarakat Hadapi Pasar Internasional
27 Januari 2018 16:53
Industri Rumahan Kota Malang Dikenalkan MEA Expo 2017
24 November 2017 17:58
Pemkot Surabaya Tingkatkan SDM Berkualitas Hadapi MEA
23 Maret 2017 18:05
UK-Petra Ajak Siswa SMA Mengenal MEA Lewat iSEAN
3 November 2016 17:45
Disperindag Jember Dorong IKM Siap Hadapi MEA
20 Oktober 2016 09:14
