Blitar (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta partisipasi masyarakat untuk ikut mencegah masuknya jaringan kelompok radikal, seperti "Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State in Iraq and al-Sham" atau kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). "Terus terang, kami minta partisipasi masyarakat agar semua elemen bisa laporkan, mengamati, mewaspadai, tindakan seperti itu (kelompok radikal)," katanya kepada wartawan dalam acara pembukaan Pekan Jambore Daerah Tingkat Jatim yang digelar di Lapangan Serut, Kabupaten Blitar, Kamis. Ia juga meminta kepada Bupati/Wali Kota untuk ikut mensosialisasikan, melakukan pembinaan, serta pencegahan pada warga agar tidak terlibat gerakan yang bertentangan dengan UUD (Undang - Undang Dasar 1945). Ia juga menyebut, pramuka menjadi salah satu lembaga yang sangat baik untuk melakukan pendidikan karakter, demi menciptakan bentuk kecintaan pada Indonesia dengan lebih utuh. Para pelajar lebih memahami tentang negaranya daripada mencintai negara lain. Pihaknya juga mengatakan, di Jatim masih kondusif terkait dengan isu jaringan kelompok radikal, walaupun dari sejumlah informasi ada indikasi keterlibatan beberapa orang yang simpati pada lembaga seperti ISIS. "Tapi, alhmadulillah, secara umum kondusif. Kami ingin, supaya sekecil apapun perkumpulan yang ingin merongrong NKRI bisa dicegah," ujar Gus Ipul. Ia juga mengimbau, agar masyarakat bisa mempelajari agama dengan benar, yaitu dengan belajar kepada guru yang tidak sembarangan, serta memahami betul terutama masalah akidah. (*)
Berita Terkait
PBNU harap masyarakat tidak lengah dengan pergerakan kelompok radikal
27 Februari 2024 16:29
Polisi: Mata Bripka Andreas Tidak Rusak
23 November 2018 16:27
'Pena 98' Minta Aparat Tegas Terhadap Kelompok Radikal
14 Mei 2018 19:58
Pangdam V/Brawijaya Minta Babinsa Dekati Kelompok Radikal
13 Februari 2017 23:32
Ansor Siap Bantu TNI-Polri Amankan NKRI dari Radikalisme
5 April 2015 15:38
Polri Imbau Pemerintah Bentuk Perppu Penanganan Kelompok Radikal
19 Maret 2015 16:04
Obama: Perang Melawan Ekstremisme tak sama dengan Perang Melawan Islam
19 Februari 2015 09:32
