Surabaya (Antara Jatim) - Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013 memang diikuti empat pasangan calon. Namun, seperti yang sudah diprediksi banyak pihak sebelumnya, persaingan ketat hanya diikuti dua pasangan, yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah). Ya, keduanya menjadi kompetitor hebat hingga puncak pilkada yang digelar 29 Agustus lalu itu. Kalau boleh mengistilahkan dalam dunia sepak bola, Karsa dan Berkah ini "head to head". Apalagi, persaingan keduanya tidak hanya di Pilkada 2013, pada Pilkada 2008, Khofifah yang waktu itu berpasangan dengan Moedjiono nyaris menggungguli Soekarwo yang saat itu tetap bersama Saifullah Yusuf. Bahkan, karena persaingan hebat tersebut, Pilkada 2008 dilakukan sampai 3 kali putaran. Sebanyak empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur bertarung memperebutkan sebanyak 30.034.249 suara. Pasangan pejabat kini Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) diusung koalisi 31 partai politik (10 parpol parlemen dan 21 parpol nonparlemen). Selanjutnya pasangan independen Eggi Sudjana-M Sihat (Beres/Bersama Rakyat Eggi-Sihat), pasangan Bambang Dwi Hartono-M Said Abdullah (Bambang-Said) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan terakhir Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah/Bersama Khofifah-Herman) yang dijagokan Partai Kebangkitan Bangsa. Kemenangan Karsa memang sudah diprediksi sejumlah pengamat dan lembaga survei. Seperti yang disampaikan peneliti Senior "Saiful Mujani Researceh and Consulting (SMRC)", Deni Irfan. Berdasarkan survei yang sudah dilakukanya, kemenangan Karsa merupakan imbas dari kinerja pasangan ini selama empat tahun terakhir memimpin Jawa Timur. Hal senada disampaikan Direktur Proximity, Whima Edy Nugroho. Menurut dia, kemenangan pasangan pejabat kini Soekarwo-Gus Ipul sudah sesuai dengan hasil survei yang dilakukan sebelumnya. "Sosok kandidat yang sudah sangat populer dan masyarakat cukup puas dengan kinerja selama mereka memimpin, menjadi faktor penunjang kemenangan Karsa," ungkap dia. Sebelum pencoblosan ketika tahapan setelah pendaftaran, tepatnya masa verifikasi, pencalonan Khofifah-Herman sebagai pesaing "terkuat" dari Karsa sempat terganjal di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, sebelum kemudian Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meloloskan gugatannya. DKPP bahkan menjatuhkan sanksi nonaktif selama dua minggu kepada tiga komisioner KPU Jatim, yakni Nadjib Hamid, Agus Mahfudz Fauzi dan Agung Nugroho, karena dari hasil pemeriksaan terbukti melakukan kekeliruan dengan tidak meloloskan pasangan Berkah untuk ikut Pilkada Jatim. Kendati hanya memiliki waktu cukup pendek, Khofifah-Herman tetap berusaha memberikan "perlawanan" kepada Karsa, tetapi tetap gagal menyalip perolehan dukungan suara lawannya itu yang terlanjur sudah melaju kencang. Khofifah sempat melancarkan protes dan menyayangkan kinerja KPU setempat. Ia mengaku menerima laporan bahwa kertas suara tanpa kandidat nomor empat. "Laporan yang masuk kepada saya memang seperti itu. Tapi semua sudah saya serahkan ke tim," kata Khofifah. Dalam masalah surat suara, mantan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilai masih belum ada kesetaraan, karena pihaknya belum mendapatkan perlakuan yang adil dengan calon lainnya. Sebelum DKPP mengabulkan Khofifah-Herman ikut pilkada, hampir sebagian besar kalangan pengamat dan masyarakat menganggap Pilkada Jatim telah selesai, karena Bambang-Said dan Eggi-Sihat dinilai bukan lawan sepadan bagi Karsa. Seperti halnya Pilkada Jatim 2008 yang harus berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK), Pilkada 2013 juga harus berakhir di MK. Sebagai pemohon adalah pasangan Berkah, dengan kuasa pemohon Otto Hasibuan. Dengan acara sidang pengucapan putusan. Nomor perkaranya adalah nomor 117/PHPU.D-XI/2013. Sebagai termohon adalah KPU Jatim dan termohon terkait pasangan Karsa. Hasilnya, MK menolak seluruhnya permohonan penggugat. Dan, artinya menguatkan kemenangan Karsa yang telah ditetapkan melalui rekapitulasi KPU Jatim. Ini adalah kemenangan Karsa untuk kali kedua melawan Khofifah sejak Pilkada 2008. Kamis, 29 Agustus 2013 Pada hari dan tanggal tersebut, sebanyak 30.034.249 warga Jatim yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di 71.036 tempat pemungutan suara (TPS). Rincian DPT di 38 kabupaten/kota se-Jatim, yakni pemilih laki-laki 14.811.741 orang dan perempuan 15.222.508 orang. TPS dibuka mulai pukul 07.00 WIB dan ditutup serentak pukul 13.00 WIB. Pasangan nomor urut 1, Karsa, didukung sekitar 31 partai politik parlemen maupun nonparlemen. Yakni, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerakan Indonesia Raya. Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Damai Sejahtera, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Bintang Reformasi, Partai Bulan Bintang, Partai Patriot dan sejumalah partai nonparlemen lainnya. Di urutan kedua pasangan Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat. Keduanya maju di Pilkada Jatim tanpa melalui kendaraan partai politik, melainkan jalur perseorangan atau independen. Di urutan ketiga, pasangan Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah. Pasangan ini diusung hanya satu partai yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang memiliki kursi terbanyak kedua di parlemen setelah Partai Demokrat. Sedangkan, di urutan keempat pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa beserta sejumlah partai nonparlemen seperti Partai Matahari Bangsa, PKPI, PKPB dan sejumlah partai lainnya. Hasil Pilkada KPU Jatim, melaui Surat Keputusan bernomor 24/KPTS/KPU-Prov-014/2013, memastikan pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf, sebagai pemenang Pilkada Jatim, periode 2014-2019. Keduanya akan dilantik 12 Februari 2014. Pasangan nomor urut 1 ini berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Jatim, memperoleh 8.195.816 suara atau 47,25 persen. Peringkat kedua diraih Berkah meraih suara 6.525.015 suara atau 37,62 persen. Pasangan Bambang DH-Said Abdullah berada di urutan ketiga hanya mengumpulkan 2.200.069 suara atau 12,69 persen. Sedangkan pasangan Eggi Sudjana-M Sihat (Beres) dari jalur perseorangan mendapat 422.932 suara atau 2,44 persen. Dalam hari "H" pencoblosan, Karsa berhasil unggul di 26 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Ke-26 daerah tersebut, masing-masing Bojonegoro, Kota Mojokerto, Bangkalan, Sampang, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Magetan, Kota Probolinggo, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Blitar, Batu, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Tulungagung, Kota Malang dan Lumajang. Sedangkan Berkah unggul di 12 daerah, masing-masing Gresik, Pamekasan, Tuban, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Sumenep, Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Jember dan Banyuwangi.(*)
Berita Terkait
Pilkada Surabaya, mantu Pakde Karwo daftar lewat PSI
13 Juni 2024 00:33
PSI ancang-ancang dukung menantu Pakde Karwo di Pilkada Surabaya 2024
10 Mei 2024 12:01
Gus Hans: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jatim tak lepas peran Pakde Karwo
6 Februari 2024 13:05
Terpilih Ketua Projo Jatim, menantu Pakde Karwo fokus menangkan Prabowo-Gibran
18 November 2023 14:00
Airlangga: Di Jatim, Khofifah tandem bareng Pakde Karwo menangkan Prabowo-Gibran
7 November 2023 05:07
Pakde Karwo minta para caleg Golkar bangun keyakinan masyarakat
20 Agustus 2023 16:39
Wawali Kota Pasuruan dilantik jadi Ketua SOKSI Jatim, menantu Pakde Karwo pengurus
26 Februari 2023 12:43
Golkar bisa jadi parpol pilihan Bayu Airlangga usai mundur dari Demokrat
13 Mei 2022 14:16
