Surabaya (AntaraJatim) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan jajarannya dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan Ikatan Alumni FE Unair "turun tangan" membantu biaya rumah sakit untuk mahasiswi Departemen Akuntasi FEB Unair Novi Hari Setiyowati. "Begitu mendengar kabar tentang Novi mengalami pendarahan di otak dan sendi di tangan kanannya akibat dislokasi ketika terjatuh dari rooftop CITO (1/12), lalu saya berkoordinasi dengan rekan-rekan lain dan pihak RSUA," kata Pembina IKAFE Unair, Mashariono di Surabaya, Kamis. Dalam koordinasi itu, pihaknya sudah berpikir bagaimana caranya Novi bisa dipindahkan secepatnya dari Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Waru, Sidoarjo, ke RSUA. "Pihak keluarga tidak perlu memikirkan tentang biaya pengobatan. Yang penting Novi bisa pulih dulu," ujarnya saat menyerahkan sumbangan sebesar Rp12,7 juta yang diterima langsung oleh ayah Novi. IKAFE Unair sudah melobi pihak RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo untuk memindahkan Novi pada Kamis (5/12), namun karena proses administrasi baru bisa dipindah ke RSUA pada Jumat (6/12). Hal itu dibenarkan Direktur Umum dan Keuangan RSUA, dr Bayu Santoso Sp.KFR(K). "Begitu saya mendapatkan kabar Novi akan dipindahkan ke RSUA, saya sudah meminta seluruh tenaga medis untuk memberikan pelayanan terbaik. Fokus kami adalah pada kesembuhan Novi. Untuk urusan administrasi biarkan kami yang memikirkan," ujarnya. Ia menepis informasi tentang biaya operasi Novi yang mencapai Rp60 juta. "Bahkan kalau nanti Novi sudah sembuh dan lulus kuliah, saya siap menerima Novi bekerja di RSUA, karena kami membutuhkan tenaga akuntan, tapi syaratnya sembuh dulu," katanya. Musibah itu dialami Novi saat mengambil pekerjaan sampingan sebagai figuran pada sebuah event fotografi di mall CITO itu. Novi pun dilarikan ke Rumah Sakit "Mitra Keluarga" Waru untuk mendapatkan pertolongan pertama dan sempat melewati operasi pada kepalanya. Begitu kabar tentang kecelakaan yang dialami oleh Novi, rekan-rekan Novi di Departemen Akuntansi Universitas Airlangga segera menggalang bantuan, termasuk Dekanat FEB dan IKAFE, apalagi Novi merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. "Hari Minggu (1/12), saya mendapat telepon dari rumah sakit yang menyatakan Novi kecelakaan. Awalnya, saya pikir kecelakaan lalu lintas, tapi kok hari Minggu. Saya tidak berpikir panjang langsung berangkat ke Surabaya dengan ayahnya," kata Ibunda Novi. Sementara itu, Ayah Novi yang berprofesi sebagai petani di Jombang itu menyatakan uang sebesar Rp12,7 dari pihak Unair akan digunakan membayar utang kepada rentenir saat ia menutup biaya administrasi di rumah sakit sebelumnya (RS Mitra Keluarga). "Alhamdulillah banyak orang yang peduli dengan Novi. Teman-temannya juga tiap malam menemani ibunya menjaga Novi. Saya tidak tahu lagi bagaimana melalui musibah ini kalau tanpa bantuan semua orang," ujarnya. Saat ditemui pada Selasa (10/12), Novi sudah dapat tersenyum. "Saya sudah bisa jalan-jalan dan makan banyak, suster memberikan nasi tim untuk saya makan, tapi waktu teman-teman datang bawa makanan juga saya lahap. Insya-Allah saya bisa keluar secepatnya untuk segera mengerjakan skripsi," katanya. (*)
Berita Terkait
Syaiful Ma'arif terpilih pimpin IKA FH Unair periode 2025-2030
28 Desember 2025 20:25
Dosen Kebidanan FK Unair dorong "birth plan co-design" tekan sesar
22 Desember 2025 19:09
Khofifah dorong IKA Unair berperan orkestrator pembangunan daerah
20 Desember 2025 17:15
Pakar hukum Unair nilai peraturan Polri bertentangan dengan putusan MK
19 Desember 2025 20:55
Tim Unair dan perhimpunan medis inisiasi operasi di RSUD Aceh Tamiang
12 Desember 2025 22:24
Unair terjunkan tim nakes bantu tangani korban banjir di Aceh Tamiang
6 Desember 2025 16:45
Unair perkuat literasi digital guru SLB melalui pelatihan disabilitas di Ponorogo
29 November 2025 23:20
Fujifilm perkuat kualitas tenaga medis radiologi lewat FAHLA-UNAIR
28 November 2025 18:09
