Surabaya (ANTARA) - FUJIFILM Indonesia memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas tenaga medis radiologi dengan mendukung kolaborasi strategis antara Fujifilm Asia Pacific Healthcare Learning Academy (FAHLA) dan Universitas Airlangga (UNAIR).
President Director FUJIFILM Indonesia Masato Yamamoto mengatakan inisiatif tersebut menjadi tindak lanjut dari pembangunan Radiology Learning Centre di UNAIR yang telah diresmikan pada 2023.
“FUJIFILM Indonesia percaya bahwa peningkatan kualitas tenaga kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada penguasaan ilmu dan keterampilan yang tepat,” kata Yamamoto disela kegiatan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus B UNAIR, Jumat.
Program kolaborasi tersebut, kata dia, berfokus pada pengembangan kompetensi lanjutan dan praktik langsung dalam pemrosesan gambar, rekonstruksi, serta pengoptimalan protokol untuk aplikasi klinis CT Scan dan MRI.
Ia juga menegaskan pentingnya penguasaan ilmu dan keterampilan yang tepat dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga kesehatan.
“Kami bangga dapat mendukung terwujudnya kolaborasi antara FAHLA dan Universitas Airlangga sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan radiologi berbasis kompetensi di Indonesia,” katanya.
Pelatihan tatap muka, lanjutnya, dijadwalkan berlangsung pada 27 November hingga 2 Desember 2025.
Sementara itu, pelatihan tersebut disusun dengan metode komprehensif yang dapat langsung diaplikasikan di lapangan, sejalan dengan visi UNAIR sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.
Ia menambahkan, untuk program pengembangan kompetensi tersebut dibagi dalam dua level, yaitu Level 1 (Seminar/Lecture) yang membahas prinsip dasar CT dan MRI.
Selanjutnya, Level 2 (Advanced Medical Imaging Course) yang menitikberatkan pada sesi hands-on training intensif.
Adapun peserta pelatihan, kata Yamamoto, meliputi dokter spesialis radiologi, fisikawan medis, radiografer, biomedical engineering, direksi rumah sakit, akademisi, hingga mahasiswa.
Selain itu, program tersebut mendapat dukungan para pakar akademik dan praktisi profesional yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar layanan kesehatan nasional.
Ia berharap inisiatif itu memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan kapasitas tenaga medis di Indonesia.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan layanan kesehatan dan mendorong hadirnya tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Melalui program ini, pihaknya juga menegaskan konsistensinya dalam mendukung transformasi kesehatan nasional menuju layanan yang lebih maju dan inklusif, serta berperan aktif dalam penguatan pendidikan berbasis kompetensi di bidang radiologi.
