Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat kepolisian membawa jasad perempuan lansia berinisial S (64) dengan luka sayatan di leher ke RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur untuk dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Kanit Reskrim Polsek Boyolangu Aiptu Wahyudi, Rabu, mengatakan hasil autopsi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap secara ilmiah penyebab kematian korban.
“Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada bagian leher korban.
Namun polisi belum dapat menyimpulkan apakah luka tersebut berkaitan dengan tindakan bunuh diri atau dugaan pembunuhan.
Selain autopsi, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga guna melengkapi rangkaian penyelidikan.
Petugas turut mengamankan barang bukti berupa pisau yang ditemukan di dekat korban, yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik.
Wahyudi menambahkan, sampel biologis korban juga dikirim untuk uji toksikologi guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu yang berpengaruh terhadap kematian korban.
“Semua kemungkinan masih kami dalami, termasuk hasil uji forensik yang masih kami tunggu,” ujarnya.
Hingga kini, polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung dan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026