Lamongan (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan meminta PT Bumi Menara Internusa (BMI) melakukan evaluasi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menyusul insiden dugaan keracunan yang menyebabkan 19 karyawan perusahaan tersebut menjalani perawatan medis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Mochammad Zamroni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim K3 perusahaan untuk melakukan evaluasi dan memastikan penanganan terhadap para pekerja berjalan sesuai prosedur keselamatan kerja.
"Kami meminta perusahaan melakukan evaluasi aspek K3. Keselamatan dan kesehatan pekerja harus menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas kerja," katanya di Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Ia menjelaskan evaluasi dilakukan terhadap lingkungan kerja, penerapan prosedur keselamatan, serta faktor-faktor yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.
Menurut dia, Disnaker bersama perusahaan juga terus memantau perkembangan kondisi para pekerja yang saat ini masih menjalani perawatan dan observasi medis.
"Kami berkomunikasi dengan pihak K3 perusahaan, karena ini mengenai keselamatan karyawan perusahaan. Kami pastikan seluruh karyawan akan mendapatkan penanganan medis hingga pulih kembali," ujarnya.
Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen sebelumnya mengatakan dugaan awal mengarah pada paparan uap dari area gudang produksi yang terhirup para karyawan sehingga menimbulkan keluhan mual dan pusing.
Meski demikian, kata dia, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Sementara itu, Humas Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah (RSI NU) Lamongan Irmayanti mengatakan kondisi 19 karyawan PT BMI yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut berangsur membaik.
"Hasil laboratorium bagus dan kondisi pasien sudah membaik," katanya.
Ia menjelaskan seluruh pasien saat ini masih menjalani observasi oleh tim medis guna memastikan perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Terkait penyebab pasti kejadian tersebut, pihak rumah sakit masih melakukan evaluasi lebih lanjut.
"Masih kita observasi lebih lanjut, apakah karena terpapar zat lain atau tidak," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 19 karyawan PT BMI dilarikan ke RSI NU Lamongan setelah mengalami mual dan pusing saat bekerja di area gudang produksi perusahaan. Seluruh karyawan dilaporkan dalam kondisi stabil dan masih menjalani pemantauan medis.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.