bagaimana kita bisa menaikkan atau orang teredukasi soal kopi
Blitar (ANTARA) - Sebanyak 36 orang barista mengikuti lomba seduh kopi secara manual di Kafe Selasar, Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai salah satu upaya memberikan edukasi terkait dengan kopi, cara membuat hingga manfaatnya.
Panitia lomba seduh kopi manual, Ahrian Festy Ananda mengatakan kegiatan lomba ini digelar untuk menunjukkan kemampuan barista dalam menyeduh kopi. Selain itu, acara ini juga memberikan edukasi ke masyarakat tentang kopi.
"Sebenarnya lomba ini sudah pernah kami mulai 2018. Saya termasuk salah satu pendiri komunitas kopi di Blitar raya. Jadi waktu itu kopi belum seramai sekarang. Jadi, bagaimana kita bisa menaikkan atau orang teredukasi soal kopi," katanya di sela acara di Kafe Selasar, Kota Blitar, Senin.
Ia menambahkan, kegiatan edukasi soal kopi tersebut juga sempat terhenti saat pandemi COVID-19. Namun, saat ini, kegiatan ini digelar kembali salah satunya dikemas dalam acara halal bihalal.
Dirinya juga menambahkan, dalam kegiatan Marathon Battle Pour Over ini menggunakan teknik drip atau pour over, yang merupakan salah satu metode paling populer dalam menyeduh kopi.
Teknik ini menggunakan alat kopi seperti V60, Chemex, atau Kalita Wave. Air panas dituangkan secara perlahan ke atas bubuk kopi. Hasilnya adalah kopi dengan rasa yang bersih, kaya, dan memiliki kompleksitas aroma.
Dalam acara ini diikuti 36 barista dari Blitar dan sekitarnya. Hasil racikan kopi para barista tersebut dinilai oleh dewan juri. Jumlah peserta juga dibatasi, sehingga dewan juri pun masih bisa mencicipi dengan rasa yang terbaik atau lidahnya tidak kebas, karena terlalu banyak mencicipi kopi.
"Penilaiannya pada rasa, kalau cara menyeduhnya benar, rasa kopi tidak sepet. Kami pakai kopi arabika," kata dia.
Acara ini juga mendapatkan animo cukup baik dari para peserta. Mereka sangat antusias ikut lomba ini, sehingga bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026