Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan taekwondo di kota ini sebagai ajang pembinaan karakter para atlet.
"Kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Melalui olahraga, atlet dapat belajar disiplin, sportivitas, kerja keras, dan mental juara," kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Sabtu.
Wali Kota saat menyaksikan Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 di GOR Jayabaya Kota Kediri, tersebut juga mengatakan adanya kompetisi ini menunjukkan bahwa Kota Kediri mempunyai fasilitas yang memadai untuk lokasi kompetisi.
“Tahun lalu alhamdulillah Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan nasional taekwondo. Tahun ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan internasional Ksatria Nusantara PBTI Series. Semoga seluruh peserta merasa nyaman berada di Kota Kediri dan pulang dengan membawa kesan yang baik,” ujarnya.
Mbak Wali juga menambahkan terpilihnya Kota Kediri sebagai salah satu dari lima kota penyelenggara Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series sekaligus dapat mengembangkan sport tourism melalui program Kediri City Tourism.
“Adanya kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti ini semakin menambah portofolio dan kesiapan Kota Kediri dalam menggelar berbagai kegiatan olahraga. Kami berharap ke depan semakin banyak kejuaraan dari berbagai cabang olahraga yang diselenggarakan di Kota Kediri,” kata dia.
Wali Kota Kediri juga meminta agar para atlet menjadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengungkapkan ada 1.232 peserta yang mengikuti kejuaraan ini.
Ia berharap dengan kegiatan ini nantinya dapat menjadi bibit-bibit atlet terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.
Dirinya juga menjelaskan seri Kota Kediri merupakan seri ketiga dari rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara PBTI Series, sebelumnya ada di Medan dan Denpasar.
Setelah Kediri, kejuaraan akan berlanjut di Bandung dan Lampung sebelum memasuki puncak kegiatan berupa 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 1–5 Agustus 2026 dan direncanakan diikuti oleh 21 negara.
“Mudah-mudahan dari kejuaraan ini akan lahir para Ksatria Nusantara yang nantinya dapat mewakili Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional, termasuk Asian Taekwondo Championship yang akan digelar di Jakarta,” ujarnya.
Kejuaraan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diikuti 1.232 atlet dari 85 tim yang berasal dari delapan provinsi.
Terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni poomsae, kyorugi, dan freestyle, dengan peserta berusia 6-27 tahun mulai dari tingkat pemula hingga yang sudah berprestasi.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri, panitia, masyarakat, serta seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kejuaraan.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.