Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan dua kereta api tambahan, yakni KA Arjuno Ekspress dan KA Gajayana Tambahan dari Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur saat libur Paskah 2026.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono di Kota Malang, Kamis, mengatakan keputusan menambah jumlah kereta api yang beroperasi sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan jumlah penumpang.
"Penambahan dua perjalanan kereta api tambahan ini, diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pelanggan selama libur Paskah," kata Mahendro.
KA Arjuno Ekspress memiliki relasi perjalanan Stasiun Malang - Stasiun Surabaya Gubeng. Sedangkan KA Gajayana Tambahan memiliki relasi perjalanan Stasiun Malang - Stasiun Gambir, Jakarta.
Pengoperasian KA Arjuno Ekspress dan KA Gajayana Tambahan juga menjadi langkah KAI Surabaya dalam memberikan kepastian rasa aman, nyaman, dan perjalan tepat waktu bagi penumpang.
Secara keseluruhan PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasionalkan sebanyak 13 kereta api, terdiri dari 11 kereta api reguler dan dua kereta api tambahan dengan total kapasitas 6.184 tempat duduk setiap hari, mulai 2-5 April 2026.
Sehingga, dalam kurun waktu itu total kapasitas atau daya angkut penumpang yang disediakan mencapai 24.736 tempat duduk.
Selain itu, Mahendro menyampaikan persiapan sarana prasarana perkeretaapian telah dilakukan pengecekan berkala dan sampai kini tetap dalam kondisi prima.
Pihaknya turut mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan liburan supaya terlebih dahulu merencanakan jadwal keberangkatan sebelum membeli tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan.
Kemudian, calon pelaku perjalanan dengan angkutan kereta api di Stasiun Malang diingatkan agar menjaga barang-barang berharga selama berada menikmati perjalanan.
"Penumpang agar selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaannya masing-masing. Kami mengharapkan mereka tidak lengah, tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan," tuturnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026