Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan
Surabaya (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya membatalkan tiga perjalanan kereta api pada Selasa (28/4), imbas insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan kebijakan pembatalan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan insiden serta memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan perjalanan kereta api pada Selasa, 28 April 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan,” kata Mahendro di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, adapun tiga perjalanan kereta api yang dibatalkan, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen, dan KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir.
KAI pun menyampaikan empati dan duka mendalam kepada korban serta keluarga yang terdampak insiden tersebut, serta berharap proses penanganan berjalan lancar dan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan pengembalian bea tiket secara penuh (100 persen) di luar bea pesan bagi penumpang terdampak. Proses pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun di loket stasiun.
Selain itu, pelanggan juga diberikan opsi untuk melakukan penjadwalan ulang perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihaknya akan terus menyampaikan pembaruan informasi terkait operasional perjalanan kereta api melalui kanal resmi, termasuk Contact Center 121 dan layanan WhatsApp.
Tak hanya itu, KAI juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kepercayaan pelanggan serta menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan terpercaya.
"KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dengan memastikan keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi," tuturnya.
Sebelumnya, PT KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur yang berdampak pada perjalanan kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujarnya.
KAI juga menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026