Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengoperasionalkan 12 perjalanan kereta api dari Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur selama libur Hari Buruh Internasional (May Day) dan akhir pekan, pada 30 April-3 Mei 2026.

"Saat long weekend kami menyiapkan 12 perjalanan kereta api dari Stasiun Malang. Semuanya reguler, tidak ada kereta api tambahan," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono dikonfirmasi ANTARA dari Kota Malang, Kamis.

Adapun kereta api yang dioperasionalkan oleh KAI Surabaya selama momen tersebut, yakni Kereta Api Malabar relasi Malang-Bandung, Kereta Api Arjuno Ekspres relasi Malang- Surabaya Gubeng, dan Kereta Api Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen.

Kemudian, Kereta Api Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang Banyuwangi, Kereta Api Kertanegara relasi Malang-Purwokerto, Kereta Api Jayabaya relasi Malang-Pasar Senen, dan Kereta Api Gajayana relasi Malang-Gambir.

Selain itu, Kereta Api Gajayana Luxury relasi Malang-Gambir, Kereta Api Brawijaya relasi Malang-Gambir, dan Kereta Api Malabar relasi Malang-Bandung.

Serta Kereta Api Tawangalun relasi Malang-Ketapang Banyuwangi, Kereta Api Majapahit relasi Malang-Pasar Senen, dan Kereta Api Malioboro Ekspres relasi Malang-Purwokerto.

KAI Surabaya memperkirakan sebanyak 20.588 penumpang akan memadati Stasiun Malang selama momen libur panjang berlangsung.

Puluhan ribu penumpang terdiri dari 9.156 orang berangkat dan 11.402 orang tiba di stasiun tersebut.

Kepadatan penumpang mulai terlihat hari ini, berdasarkan data dari KAI Surabaya menyebutkan Stasiun Malang melayani 4.566 penumpang, terdiri dari 2.343 orang berangkat dan 2.223 orang tiba di Kota Malang.

"Kalau rata-rata jumlah penumpang harian saat momen normal 2.250 orang, terdiri dari 1.037 orang berangkat dan 1.213 orang tiba," ucapnya.

Mahendro memastikan seluruh fasilitas di Stasiun Malang dalam kondisi prima untuk melayani para pelaku perjalanan.

"Fasilitas ruang tunggu sampai sistem informasi sudah maksimal," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026