Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan pentingnya pelibatan komunitas dan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan konsep kota atraktif sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, di Trenggalek, Jawa Timur, Jumat, mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2027.
Menurut dia, keberhasilan konsep kota atraktif tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik yang telah disiapkan pemerintah.
"Tugas pemerintah membangun kotanya. Harapannya anak-anak muda yang mengisi ruang-ruang yang sudah kita siapkan," katanya.
Ia mencontohkan peran aktif komunitas di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, yang tahun ini mewakili Indonesia dalam lomba desa tingkat ASEAN.
Mas Ipin menjelaskan sebuah kota dapat disebut atraktif apabila mampu menarik empat kelompok utama untuk datang dan beraktivitas, yakni talent, turis, trader, dan investor.
Untuk menarik kelompok talent atau sumber daya manusia unggul, pemerintah daerah berupaya menyiapkan kawasan yang nyaman bagi pekerja kreatif maupun pekerja jarak jauh atau digital nomad.
Salah satu upaya yang dilakukan, antara lain meningkatkan kualitas kawasan pantai, menyediakan fasilitas akomodasi, serta menyiapkan infrastruktur internet berkecepatan tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang pendirian perguruan tinggi dengan menyiapkan lahan hibah guna mendorong hadirnya kampus baru di Trenggalek.
"Harapannya orang bisa tinggal lebih lama di Trenggalek, bahkan bekerja dari sini sehingga ekonominya ikut bergerak," ujarnya.
Untuk menarik wisatawan, Pemkab Trenggalek terus meningkatkan kualitas destinasi wisata melalui perbaikan kebersihan, estetika kawasan, serta fasilitas pendukung.
Sementara untuk mendorong aktivitas perdagangan dan investasi, Pemkab Trenggalek akan memperkuat potensi komoditas lokal, seperti porang, cengkeh, serta produk pertanian lainnya.
Mas Ipin menambahkan berbagai program pemberdayaan komunitas juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan kota atraktif, seperti pertunjukan seni di kawasan wisata serta pelatihan literasi digital bagi pelaku usaha.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026