Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jumat, menyetujui pengajuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp70 miliar yang disampaikan pemerintah daerah setempat.
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan destinasi wisata, dan pengembangan kawasan kota atraktif.
"Teman-teman sudah menyetujui pinjaman PEN sebesar Rp70 miliar untuk tiga pos besar, yakni peningkatan infrastruktur, peningkatan pariwisata untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah), dan pengembangan kota atraktif," katanya usai rapat paripurna.
Doding menjelaskan Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menyusun skema pembayaran pinjaman tersebut dalam jangka waktu tiga tahun.
Dari pinjaman tersebut diperkirakan muncul beban bunga sekitar Rp9 miliar yang ditargetkan dapat ditutup dari peningkatan pendapatan, khususnya dari sektor wisata.
"Harapannya anggaran ini benar-benar bermanfaat untuk warga Trenggalek. Bunga sekitar Rp9 miliar itu bisa ditutup dari peningkatan pendapatan," ujarnya.
Lebih dari separuh pinjaman PEN akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur sehingga anggaran dasar pembangunan tahun 2026 dipastikan bertambah sekitar Rp40 miliar.
Sejumlah lokasi tujuan atau destinasi wisata juga masuk daftar pengembangan, antara lain Pantai Prigi, Pantai Simbaronce, Goa Lawa, Dilem Wilis, dan lokasi wisata baru Tumpak Teleng di kawasan jalur lintas selatan.
"Mudah-mudahan pengembangan ini sesuai perencanaan dan mampu meningkatkan PAD," tambah Doding.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026