Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Ponorogo, Jawa Timur meningkatkan patroli di sejumlah kawasan publik selama Ramadhan guna mengantisipasi keberadaan gelandangan dan pengemis serta anak jalanan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Ponorogo Eko Edi Suprapto di Ponorogo, Rabu, mengatakan penambahan personel dilakukan di lokasi-lokasi strategis, seperti kawasan alun-alun dan Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo.
"Kawasan alun-alun dan Jalan HOS Cokroaminoto kami tambah personel. Pada H-7 hingga H+7 Lebaran akan kami tingkatkan lagi untuk mencegah gangguan ketertiban," ujarnya.
Menurut Eko, meski razia rutin digelar, sebagian gelandangan dan pengemis serta dan anak jalanan sering kembali beraktivitas setelah mendapatkan pembinaan.
Untuk pengamen yang terjaring, petugas biasanya mengamankan alat musik mereka selama satu minggu hingga beberapa bulan sebagai efek jera.
"Namun kenyataannya masih ada yang kembali turun ke jalan," katanya.
Berdasarkan pendataan, mayoritas gelandangan dan pengemis serta anak jalanan yang beroperasi di Ponorogo berasal dari luar daerah itu.
Petugas juga menemukan sebagian dari mereka datang secara berkelompok, menyewa kendaraan, bahkan menginap di hotel selama berada di kota tersebut.
"Ada yang sendiri, ada yang berkelompok. Mereka memang sengaja datang untuk mengemis dan mengamen," katanya.
Satpol PP mengimbau masyarakat tidak memberikan uang secara langsung di jalan dan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar lebih tepat sasaran.
"Selama masih diberi di jalan, mereka akan terus datang. Lebih baik disalurkan ke lembaga yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026