Kediri (ANTARA) - Sejumlah warga Kediri, Jawa Timur, yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Bersatu mendatangi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Bandar Lor, Kota Kediri.
Warga meminta kejaksaan turun tangan terkait dengan dugaan penggelapan dan penipuan di SPPG Kelurahan Bandar Lor yang dinaungi oleh Yayasan Barokah Ala Khumaidah tersebut.
"Kami melakukan aksi damai yang diduga oknumnya melakukan penggelapan penipuan. Kami menuntut kepada pemerintah untuk menutup dan black list yayasan tersebut karena telah merugikan banyak orang dan masyarakat menerima manfaat," katanya di Kediri, Jumat.
Ia mengatakan dalam kasus tersebut modus yang digunakan adalah awalnya mengajak beberapa investor untuk bekerjasama dengan dalih hasilnya dibagi. Namun, hingga hampir satu tahun banyak yang tak terbayar.
Pihaknya juga mengadukan masalah ini ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.
Jaksa Fungsional Kejari Negeri Kota Kediri Wahyu Warsono mengatakan warga masih menyampaikan secara lisan terkait dengan kasus yang saat ini di SPPG tersebut.
Pihaknya juga mendorong agar masalah itu juga disampaikan secara tertulis sehingga lebih jelas alur ceritanya serta modus dalam kasus yang dihadapi tersebut.
"Harapan kami ada bukti yang menyertai dari laporan pengaduan tersebut kalau memang sekiranya ada hal yang patut diduga ada unsur melawan hukum," kata dia.
Pihaknya juga ikut memantau dalam program MBG yang memang proyek prioritas dan strategis dari Presiden.
Kejaksaan juga melakukan pengawasan agar penggunaan anggaran itu dapat tepat mutu, tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kami juga akan melihat segala sesuatu apakah ada penyelewengan atau perbuatan melawan hukum yang tentunya melihat juknis (petunjuk teknis) yang ada, sehingga dicapai suatu norma itu ada penyimpangan," kata dia.
Sementara itu, Administrator Yayasan Barokah Ala Khumaidah Imam Choirudin menjelaskan bahwa pihaknya terbuka apabila nanti ada laporan atau pemeriksaan.
"Kalau memang ada temuan silahkan dilaporkan dan silahkan diperiksa, kita akan bantu proses apa yang dibutuhkan dari teman-teman. Adanya keterbukaan dan akuntabilitas nanti kami bantu pastinya dari yayasan," kata Imam.
