Kediri (ANTARA) - Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kediri, Jawa Timur, mendapatkan beasiswa Insan Unggul Baznas (IUB) dari Baznas Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan program beasiswa ini tentunya sangat positif. Selain pembinaan, mereka juga dibina agar lebih kreatif.
"Program ini memiliki konsep yang sangat visioner. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya didorong untuk unggul secara akademik, tetapi juga dibina agar memiliki inisiatif, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan soft skill dan hard skill, bahkan semangat kewirausahaan serta kepedulian sosial," katanya di Kediri, Jumat.
Menurut dia, program ini merupakan model pemberdayaan yang diharapkan, dengan mentransformasi mustahik menjadi muzakki di masa depan. Dari penerima zakat nantinya diharapkan bisa menjadi pemberi zakat. Dari yang dibantu menjadi yang membantu. Dari yang diberdayakan menjadi agen perubahan.
"Sehingga nanti harapannya adik-adik ini setelah lulus bisa memberikan kontribusinya yang selaras dengan cita-cita pembangunan Kota Kediri," kata dia.
Ia meminta agar penerima beasiswa tersebut bisa manfaatkan beasiswa yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Mereka bisa mempergunakannya untuk menuntaskan pendidikan yang sedang dijalani.
Wali Kota juga menambahkan program ini juga selaras dengan visi misi Kota Kediri MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman dan Ngangeni).
Pemerintah daerah, kata dia, terus berikhtiar melalui Sapta Cita Pembangunan, salah satunya cita kedua yaitu mewujudkan masyarakat yang produktif, kreatif, dan inovatif. Salah satu kunci dari cita tersebut adalah pendidikan.
Mbak Wali, sapaan akrabnya mengungkapkan program beasiswa Insan Unggul Baznas ini sangat relevan dengan Sapta Cita kedua tersebut. Pemkot Kediri ingin mahasiswa Kota Kediri tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi lulus dengan karakter, kompetensi, dan daya saing.
Menurut dia, generasi penerus ini menjadi generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang. Mereka tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan.
"Saya juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Baznas, kementerian agama, dinas pendidikan, bagian kesra, serta berbagai perguruan tinggi di Kota Kediri. Kolaborasi inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan," kata dia.
Wakil Ketua II Baznas Kota Kediri Abdul Basith mengatakan tujuan pemberian beasiswa pendidikan ini adalah membebaskan keluarga miskin dari lingkar kebodohan. Biasanya keluarga miskin ini kesulitan untuk melanjutkan pendidikan, sehingga dibantu oleh Baznas.
"Dengan pendidikan tinggi harapannya mereka berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dari orang tuanya. Baznas berjuang keras memaksimalkan zakat, infak, sedekah sebanyak-banyaknya. Sehingga kekuatan Baznas untuk memberikan bantuan pendidikan juga semakin besar," kata dia.
Ia menambahkan, setiap anak penerima beasiswa akan mendapat bantuan biaya UKT maksimal Rp2 juta. Saat ini, ada 40 mahasiswa-mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari Baznas ini. Mereka dari tujuh kampus di Kediri yakni IIK Bhakti Wiyata, Polinema PSDKU Kediri, UIN Syech Wasil, UB PSDKU Kediri, Uniska, UNP, dan Universitas Terbuka.
