Kediri (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut pengendalian harga bahan pokok di Kediri, Jawa Timur, dinilai cukup bagus, sehingga harga masih bisa terjaga.
Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Puspa Dewi mengemukakan, pengendalian dan pemantauan harga terhadap 14 komoditas bahan pokok penting di Kota Kediri secara umum dalam kondisi aman.
“Komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah cabai rawit merah, telur, daging sapi, dan ayam. Untuk beras dan minyak relatif aman,” katanya di Kediri, Kamis.
Ia juga telah meninjau secara langsung harga bahan pokok di Pasar Setonobetek Kota Kediri. Dalam kunjungannya, ia juga dialog langsung dengan para pedagang terkait dengan harga komoditas.
Dirinya mengungkapkan dari hasil kunjungannya tersebut, Kota Kediri dibanding daerah lain cukup baik, bahkan untuk harga cabai masih di bawah Rp80.000 per kilogram. Stok cabai juga aman.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Kediri untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 titik serta Operasi Pasar Murah (OPM) di 15 lokasi pada saat bulan Ramadhan.
Diharapkan langkah ini mampu menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Imlek dan Ramadhan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Moh Ridwan mengatakan, secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Kediri dalam kondisi aman.
Ia mengakui, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Misalnya, untuk beras premium dijual di atas harga eceran tertinggi. HET beras premium adalah Rp74.500 per 5 kilogram dan dijual antara Rpp75.000 per 5 kilogram hingga Rp76 ribu per 5 kilogram.
“Hasil pantauan kami di lapangan, terdapat sedikit pedagang yang menjual beras premium di atas HET yaitu Rp14.900 per kilogram. Sudah kami evaluasi dan kami beri teguran lisan jika berlanjut, akan kami berikan teguran tertulis,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, Pemkot Kediri juga siap memfasilitasi pedagang agar dapat melakukan pembelian langsung ke distributor guna memperoleh harga yang lebih stabil.
“Kami akan bantu pedagang agar bisa kulakan langsung ke distributor supaya harga lebih terkendali,” kata dia.
Ia menambahkan, harga beras secara umum stabil. Untuk beras medium dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), ketersediaan cukup di pasar.
Terkait kenaikan harga cabai yang hingga Rp80 ribu bahkan ada yang Rp90 ribu per kilogram, Ridwan menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh menurunnya pasokan akibat faktor cuaca, sementara permintaan meningkat.
Sementara itu, tingginya harga telur yang mencapai Rp29 ribu per kilogram dan daging ayam yang mencapai Rp40 ribu per kilogram, Ridwan menyebut hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Tahun Baru Imlek.
“Jelang Imlek ini kan telur juga banyak digunakan untuk kebutuhan industri kue,” katanya.
Pihaknya memang sudah menjadwalkan untuk kegiatan GPM dan OPM di Kota Kediri, yang diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok.
