Kediri (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur, menyalurkan jagung sebanyak 8.500 ton dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung kepada peternak.  

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun, Senin mengatakan stok yang ada di gudang Bulog Kediri untuk jagung mencapai 8.500 ton. Proses penyaluran sesuai dengan data peternak yang diberikan oleh pemerintah pusat.  

"Jagung ada 8.500 ton dan kami salurkan karena sudah perintah penyaluran SPHP jagung," katanya di Kediri. 

Ia mengatakan Program SPHP bukan hanya beras melainkan juga ada jagung. Data nama penerima juga sudah diberikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Data sudah ada dari Bapanas, jadi kami tinggi menghubungi yang sudah tercantum itu. Mereka setor uangnya ke kami dan langsung mengambil (jagung), itu teknisnya," kata dia.

Secara nasional, total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton dan berlangsung hingga akhir 2026.  

Lebih dari 5 ribu peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas di 26 provinsi menjadi target sasaran SPHP jagung pakan tahun 2027 ini.  

Untuk daftar peternak penerima tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.

Pada tahapan ini diestimasikan akan disalurkan sebanyak 213,1 ribu ton jagung, sehingga masih ada sisa alokasi sekitar 28,8 ribu ton. 

Sisa alokasi tersebut untuk mengantisipasi tambahan usulan peternak baru, misalnya peternak babi yang masih dalam proses pengajuan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota. 

Sementara itu, harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram dengan pengambilan di gudang bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.  

Penyaluran SPHP jagung pakan tersebut dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian. 

Harisun mengatakan, untuk verifikasi penerima program SPHP jagung tersebut sudah dilakukan. Proses verifikasi juga dilakukan dengan ketat.

Sedangkan untuk penyaluran jagung, dilakukan di wilayah Bulog Kediri bahkan hingga Blitar, tergantung dari peternak yang terdata. 

"Untuk penyaluran jagungnya salah satunya di lokal sini (Kediri) yang paling banyak di Blitar," kata dia.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026