Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mempercepat pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan melaksanakan program Pasar Murah di beberapa daerah di wilayah provinsi setempat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sesuai meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan realisasi penyaluran beras SPHP di wilayahnya sebesar 6,17 persen dari total 173 ton.
"Kemarin pagi kami mengadakan di Blitar, kemudian siangnya di Tulungagung, terus tadi pagi di Kediri dan siang sampai sore hari ini di Malang. (Penyaluran) sudah 6,17 persen dan nanti malam akan kami update lagi," kata Khofifah.
Pelaksanaan Pasar Murah juga menjadi upaya menghadirkan kemudahan dalam mengakses terhadap bahan pangan, khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
"Jadi yang sudah mengakses Klik SPHP itu ternyata tidak bisa mengambil, karena Bulog memang sekarang ini harus sesuai dengan keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas)," ucapnya.
Meski demikian, Khofifah menyampaikan mekanisme yang diterapkan juga untuk mengantisipasi kembali ditemukannya beras SPHP oplosan.
Dia memaklumi langkah yang dilakukan oleh Bulog bersama Bapanas, lantaran cara tersebut untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras berkualitas.
"Jadi kekhawatiran itu yang menjadikan banyak tersendat pencairannya," ucapnya.
Selain itu, percepatan penyaluran beras SPHP menjadi strategi dalam menyikapi penetapan harga eceran tertinggi (HET) terbaru untuk beras medium di angka Rp13.500 dari semula Rp12.500.
"Bisa dibayangkan kalau kemudian terjadi lonjakan di pasar. Maka cara seperti ini kami maksimalkan supaya bisa menjangkau kebutuhan masyarakat," kata dia.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Masnunah mengatakan baru pertama kali membeli beras SPHP, setelah harga beras beras premium mengalami kenaikan.
"Tidak pernah beli SPHP tapi sekarang coba membeli karena beras (premium) harganya naik, biasanya Rp69 ribu sampai Rp70 ribu dan sekarang sekitar Rp78 ribu," kata dia.
Dia menyebut bahwa harga beras SPHP pada pelaksanaan Pasar Murah terbilang ramah di kantong masyarakat.
"Murah sekali Rp55 ribu per lima kilogram, ini membuat ibu-ibu senang," ujarnya.
Warga asal Kecamatan Sukun, Kota Malang menilai bahwa Pasar Murah merupakan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan kemudahan mengakses bahan pokok.
"Di sini ada selain beras ya, tadi beli gula dan harganya murah dapat Rp14 ribu kalau di pasar Rp18 ribu per kilogram," ucapnya.
