Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan overlay jalan yang selama ini menjadi langganan genangan supaya pengendara menjadi aman dan nyaman terutama saat musim hujan seperti sekarang ini.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Dedy Purwito di Kota Surabaya , Senin, mengatakan peningkatan jalan menjadi bagian dari strategi pengurangan genangan di wilayah rawan.
"Ada beberapa lokasi jalan yang ditingkatkan, kita overlay. Dalam rangka peningkatan untuk pengurangan genangan-genangan," ujarnya.
Ia menuturkan sejumlah lokasi yang telah disiapkan sebagai prioritas peningkatan jalan dengan metode overlay adalah Jalan Tenggilis Mejoyo, Jalan Ngagel Madya karena di lokasi tersebut selalu terjadi genangan saat musim hujan.
Ia mengatakan, kawasan Surabaya Utara juga menjadi perhatian Pemkot Surabaya karena kerap mengalami genangan saat hujan deras.
"Kemudian beberapa lokasi yang lain terkait di kawasan Perak, seperti Teluk Bayur, Teluk Nibung. Itu juga beberapa lokasi yang akan kita utamakan untuk kita overlay," ujarnya.
Dedy mengatakan, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, fokus utama Pemkot Surabaya adalah perbaikan jalan berlubang yang meningkat seiring puncak musim hujan.
"Kalau bulan Desember 2025 - Januari 2026 memang prioritas untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak berlubang. Karena ini puncak-puncaknya hujan memang di bulan Desember - Januari," katanya.
Menurut Dedy, pihaknya secara rutin memantau laporan kerusakan jalan yang masuk setiap hari.
"Kami setiap hari juga pantau laporan-laporan jalan berlubang dan setiap hari kami tindaklanjuti. Jadi target kami 1x24 jam harus kami tidak lanjuti," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam satu hari, jumlah titik perbaikan jalan bisa mencapai puluhan lokasi.
"Itu sehari bisa sampai 70 lokasi yang harus kami kerjakan. Itu prioritas kami di bulan Desember 2025 dan Januari 2026,” kata Dedy.
Untuk mendukung percepatan penanganan, DSDABM Kota Surabaya memiliki satuan tugas (Satgas) jalan yang bersifat keliling.
"Jadi kami punya satgas jalan. Ada sembilan kelompok. Satu kelompok anggotanya kurang lebih 9-10 orang, itu yang keliling," ujarnya.
