Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat memperbaiki rumah warga yang rusak akibat bencana angin kencang yang melanda wilayah itu dalam sepekan terakhir.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, di Sumenep, Kamis, mengatakan bantuan perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana itu diprioritaskan bagi yang mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perbaikan secepatnya.
"Berdasarkan hasil pendataan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada dua wilayah kecamatan yang terdampak angin kencang dan banyak rumah warga yang rusak, yakni di Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Rubaru," katanya.
Sedikitnya 24 unit bangunan dilaporkan rusak akibat bencana angin kencang yang disertau hujan deras yang terjadi di wilayah itu dalam sepekan terakhir.
Selain bangunan, sejumlah pohon juga dilaporkan tumbang dan menimpa permukiman warga. Salah satunya terjadi di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken.
Angin kencang yang melanda wilayah itu juga menyebabkan satu unit rumah warga di Dusun Batu-Batu, Desa Pabean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, rusak akibat tertimpa pohon kelapa.
"Prioritas bantuan untuk sementara ini pada rumah warga yang mengalami rusak parah, sedangkan yang mengalami rusak sedang dan ringan, kami upayakan untuk menggunakan dana desa yang tersedia di masing-masing desa," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siapa bencana di daerah itu dan meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebanyak 162 dari total 334 desa/kelurahan yang ada di wilayah itu masuk kategori rawan bencana, sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Menurut Wabup KH Imam Hasyim, jenis bencana yang rawan terjadi meliputi angin kencang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
"Berdasarkan hasil kajian yang telah kami lakukan, sebanyak 162 desa yang rawan bencana itu meliputi 18 desa masuk kategori rawan tinggi, 58 desa berkategori rawan sedang, dan 86 desa lainnya berada pada tingkat kerawanan rendah," katanya.
Pemkab Sumenep, kata dia, telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan dan pendampingan, guna menekan risiko apabila terjadi bencana.
