Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, segera melakukan revitalisasi puluhan kios/los pedagang di Pasar Tradisional Besuki terdampak angin puting beliung pada Selasa (20/1) sore.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan pemerintah daerah setempat bergerak cepat dalam penanganan pasca-bencana angin puting yang memorak-porandakan 48 atap bangunan kios/los di pasar tradisional wilayah barat Situbondo itu.
"Penanganan cepat untuk perbaikan atap kios dan los pedagang di pasar tradisional ini penting, karena di sini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat lokal," katanya di sela meninjau kerusakan fasilitas Pasar Tradisional Kecamatan Besuki di Situbondo, Rabu.
Ia meminta pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa setempat berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan cepat revitalisasi atap kios dan los yang rusak akibat puting beliung tersebut.
"Kami juga minta dukungan kecamatan dan pemerintahan desa dan kepala pasar bersama-sama mengawal ke DPRD untuk perbaikan fasilitas pasar tradisional ini," ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo Muhammad Hasan Illyin mendorong pemerintah daerah setempat segera melakukan revitalisasi dengan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT).
"Kerusakan atap kios dan los di pasar tradisional ini memang butuh penanganan cepat, karena kalau tidak segera ditangani dan revitalisasi, puluhan pedagang tidak bisa berjualan karena atapnya sudah rusak, salah satunya menggunakan dana BTT karena kondisinya kan memang darurat," katanya.
Kepala Pasar Tradisional Besuki Khalid menyebutkan dari jumlah 300 kios/los, tercatat 48 kios/los yang mengalami kerusakan di bagian atap setelah diterjang angin puting beliung yang disertai hujan deras pada Selasa (20/1) petang.
"Kerusakan kios/los rata-rata rusak di bagian atap, sehingga pedagang takut menempati khawatir hujan. Kami berharap semoga pemerintah segera memperbaiki dan aktivitas pedagang kembali seperti sedia kala," katanya.
Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Ulfiyah juga menyerahkan bantuan kepada korban angin puting beliung yang juga memorak-porandakan 37 rumah warga di Desa Besuki dan Demung, Kecamatan Besuki.
