Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun terus mengembangkan program pekarangan pangan lestari (P2L) dan pekarangan pangan bergizi (P2B) di tiap kelurahan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti, Selasa, mengatakan hingga saat ini tercatat telah ada sebanyak 60 kelompok masyarakat pengelola P2L dan P2B di Kota Madiun.
"Total ada 60 kelompok. Perinciannya 52 kelompok P2L dan delapan kelompok P2B," ujar Niken.
Ia menjelaskan, P2L dan P2B merupakan program yang berbeda. Untuk P2L berfokus pada budi daya tanaman sayur dan buah. Di antaranya cabai, tomat, terong, sawi, hingga kangkung yang memanfaatkan lahan pekarangan warga.
Sedangkan P2B merupakan konsep pertanian terpadu. Selain tanaman hortikultura, program ini terintegrasi dengan sektor perikanan dan peternakan.
"Dari delapan P2B, enam di antaranya merupakan P2L yang bertransformasi menjadi P2B. Transformasi ini sesuai arahan wali kota terkait penguatan konsep pertanian terpadu," kata dia.
Dalam pengembangan program P2L dan P2B tersebut, DKPP berperan memberikan pembinaan bagi kelompok serta penyediaan benih serta media tanam. Untuk tahun 2026, kebutuhan benih telah disiapkan dan dialokasikan bagi kelompok P2L yang membutuhkan.
"Sedangkan untuk P2B, bantuan yang diberikan langsung berupa barang dan bibit dari pusat," kata Niken.
Pihaknya menambahkan, keberlanjutan P2L dan P2B menjadi perhatian serius. Meski saat ini didukung bantuan, pihaknya berharap kelompok masyarakat ke depan dapat mandiri atau tidak bergantung campur tangan pemerintah.
"Harapannya ada kemandirian dan keberlanjutan dari masing-masing kelompok. Sebab, tidak bisa 100 persen hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah," katanya.
