Madiun (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit super flu atau varian influenza A H3N2 subclade K.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana di Madiun, Selasa, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit menular berbasis virus itu.
Menurut dia, pola pencegahan dan penanganan super flu pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan kasus influenza musiman maupun penyakit saluran pernapasan lainnya.
"Prinsipnya sama seperti saat penanganan penyakit menular, termasuk pengalaman pada masa COVID-19, yakni disiplin protokol kesehatan, seperti memakai masker ketika sakit, rajin mencuci tangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Heri.
Selain prokes, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta menjaga kebugaran fisik dengan olahraga. Upaya tersebut dinilai efektif untuk mencegah infeksi, termasuk kemungkinan terserang varian influenza baru tersebut.
Dinkes Kabupaten Madiun meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak mengaitkan munculnya varian influenza tersebut dengan pandemi COVID-19 kedua.
"Tidak perlu takut berlebihan atau menganggap ini sebagai COVID-19 jilid dua. Yang terpenting tetap disiplin menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala berlangsung lama atau semakin berat," katanya.
Secara umum super flu memiliki gejala seperti flu biasa, di antaranya demam tinggi, pusing, batuk, dan nyeri otot. Namun, pada sejumlah kasus, memang terasa lebih berat, memiliki masa pemulihan lebih lama karena hal itu tergantung pada kondisi imunitas masing-masing individu.
Pihaknya menambahkan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus super flu tersebut di wilayah Kabupaten Madiun.
Ia memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Madiun siap menangani kasus influenza sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga masyarakat tidak perlu panik berlebihan dan tetap waspada dengan selalu menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
