Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan, minta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur lebih agresif dalam promosi kesehatan dan penyebaran informasi terkait ancaman infeksi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu.
“Promosi dan informasi ke masyarakat harus diperbanyak. Jangan sampai warga tidak paham risiko dan gejala super flu. Edukasi itu kunci pencegahan,” kata Jairi di Surabaya, Senin.
Menurut Jairi, ancaman super flu tidak boleh dipandang remeh meski belum terbukti menyebabkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Tingginya mobilitas penduduk dan kepadatan wilayah Jawa Timur menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi dengan komunikasi publik yang kuat dan masif.
Selain edukasi, politisi Partai Golkar itu juga mendorong Dinkes Jatim kembali memaksimalkan program Cek Kesehatan Gratis.
Menurutnya, layanan tersebut terbukti efektif sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit, termasuk super flu.
“Cek kesehatan gratis perlu dimasifkan lagi. Ini penting untuk memotong risiko penularan sejak awal, sebelum masyarakat jatuh dalam kondisi berat,” tutur Ketua Golkar Tulungagung ini.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia hingga akhir Desember 2025.
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.
Bahkan Kementerian Kesehatan minta pemerintah daerah meningkatkan langkah pencegahan, terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Jairi Irawan menilai Dinkes Jatim perlu memperkuat pendekatan promotif dan preventif secara berimbang.
Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kewaspadaan terhadap gejala infeksi saluran pernapasan, hingga pemanfaatan fasilitas kesehatan harus terus digencarkan.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, melalui pemantauan aktif serta edukasi keluarga. Selain itu, vaksinasi influenza perlu terus didorong sebagai upaya menekan risiko penularan dan keparahan penyakit di tengah dinamika mutasi virus influenza.
