Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Adies Kadir menekankan pemerataan dan kesiapan pelajar di tengah tantangan pemerataan pendidikan nasional dan derasnya arus digitalisasi.
"Keberpihakan negara terhadap pendidikan tidak cukup hanya menjamin akses sekolah, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan literasi digital bagi pelajar," katanya di sela reses DPR RI Masa Persidangan III Tahun 2025 bersama masyarakat di kawasan Bogangin, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Minggu.
Dalam dialog bersama warga, mayoritas orang tua penerima Program Indonesia Pintar (PIP), Adies menyoroti realitas penggunaan gawai yang kian masif di kalangan anak-anak.
Menurutnya, tanpa pendampingan dan literasi yang memadai, teknologi berpotensi menjauhkan anak dari tujuan utama pendidikan.
“Teknologi adalah keniscayaan. Anak-anak kita harus dibekali literasi digital agar mampu menggunakan gadget secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pendidikan, bukan sekadar hiburan,” ujar Adies.
Adies mengatakan, pemerataan pendidikan di kota besar seperti Surabaya tidak bisa dilihat hanya dari jumlah sekolah atau fasilitas fisik. Di balik wajah kota metropolitan, masih terdapat kantong-kantong kerentanan ekonomi yang membutuhkan intervensi kebijakan, baik melalui bantuan pendidikan maupun penguatan kapasitas belajar siswa di era digital.
“PIP dan KIP adalah bentuk kehadiran negara. Jangan sampai ada anak Indonesia yang putus sekolah karena ekonomi, sekaligus jangan sampai mereka tertinggal secara kualitas karena gagap menghadapi perkembangan teknologi,” katanya.
Dalam konteks dukungan konkret, Adies menyebut PIP yang disalurkan melalui Partai Golkar tidak hanya ditujukan untuk menjaga keberlanjutan sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga sebagai fondasi membangun generasi yang adaptif dan siap bersaing di era digital.
“PIP ini kami dorong agar anak-anak tetap sekolah, sekaligus tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pada tahun 2025, penerima PIP di Surabaya dan Sidoarjo tercatat sekitar 15 ribu siswa, dengan rincian 10 ribu siswa di Surabaya dan 5 ribu siswa di Kabupaten Sidoarjo.
Reses tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Akhmarawita Kadier, serta Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya Achmad Nurdjayanto.
Ketua DPD Golkar Surabaya Akhmarawita Kadir menilai, literasi digital bagi pelajar merupakan kebutuhan mendesak di kota besar seperti Surabaya, di mana akses teknologi relatif terbuka namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan memanfaatkan secara positif.
“Pendidikan hari ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Literasi digital penting agar pelajar Surabaya tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan berdaya saing,” ujar Akhma yang juga ketua Komisi D DPRD Surabaya ini.
