Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Indeks Inovasi Daerah (IID) tertinggi se-Pulau Jawa pada Innovative Government Award 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu. 

"Alhamdulillah tahun ini kita kembali mendapatkan penghargaan bergengsi di IGA Award. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan indeks inovasi daerah tertinggi seregional pulau Jawa, dan dinobatkan sebagai provinsi terinovatif. Dan Jatim juga menjadi peserta pameran terbaik I,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya.

Dalam ajang tersebut, Pemprov Jawa Timur meraih tiga penghargaan, termasuk predikat Provinsi Terinovatif dan peserta pameran terbaik I.

Tahun ini Jatim melaporkan 679 inovasi, dengan 211 inovasi berstatus terkirim. Seluruh inovasi telah divalidasi tim eksternal Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Jawa Timur memang tidak pernah berhenti berinovasi, dan semua inovasi juga telah divalidasi dari UI dan Unhas, artinya inovasi kita diakui dan ini pihak eksternal yang melakukan validasi," katanya.

Capaian ini mengantarkan Jatim kembali dinobatkan sebagai provinsi terinovatif tahun 2025, sekaligus mempertahankan prestasi ini dua tahun berturut-turut.

Ia menegaskan budaya inovasi telah mengakar kuat di Jawa Timur dan menjadi dasar peningkatan layanan publik.

"Karena Inovasi menjadi salah satu kunci untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Tahun ini dua inovasi unggulan dipilih untuk ditampilkan, yakni Trans Jatim Ajaib 2.0 (Aplikasi Jatim Informasi Bus) dari Dinas Perhubungan Jawa Timur serta Kopi Perikanan (konsultasi dan pendampingan perizinan kepada nelayan) dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.

"Inovasi unggulan Jatim ada Trans Jatim Ajaib 2.0, aplikasi Jatim informasi bus dan Kopi Perikanan, layanan konsultasi dan pendampingan perizinan kepada nelayan," katanya.

Ia menjelaskan Trans Jatim Ajaib 2.0 menjadi pilar transformasi digital transportasi, termasuk fitur baru Tradisi Trans Jatim Ekspedisi untuk pengiriman barang hingga tujuh kilogram.

Fitur ini dilengkapi pelacakan paket, pengecekan tarif, informasi drop point, serta etalase digital bagi produk UMKM.

"Jadi ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Sementara inovasi Kopi Perikanan menghadirkan pendekatan jemput bola yang humanis dalam layanan perizinan nelayan.

"Kita yang proaktif, dan humanis, ini yang membuat nelayan merasa lebih nyaman, terlayani, dan terbantu, sehingga proses perizinan menjadi lebih mudah, cepat, dan tidak menakutkan," tuturnya.

Khofifah berharap budaya inovasi terus tumbuh. "Budaya inovasi sudah mengakar, saya harap budaya ini tidak akan pernah padam, karena ada semangat untuk memberikan layanan publik yang semakin hari semakin baik dan berkualitas," katanya.




Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026